Breaking News:

Virus Corona

Hadapi New Normal, Pakar Kesehatan: Masker Sudah Jadi Bagian Kehidupan Kita

Setelah munculnya pandemi virus corona (covid-19) masker menjadi barang wajib yang digunakan saat beraktifitas ke luar rumah.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Panita Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2020/2021 sedang melayani konsultasi bagi para calon siswa yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran, Senin (22/6/2020). Batas akhir penerimaan calon siswa akan ditutup pada Kamis (25/6) dan mulai Jumat (26/6) hingga Senin (29/6) akan diadakan seleksi berkas selama tiga hari. SMAN 5 Semarang untuk tahun ajaran 2020/2021 menampung sebanyak 374 siswa yang terbagi menjadi 11 kelas. Untuk menghadapi new normal sekolah menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) dengan menerapkan cek suhu badan, di setiap sudut sekolah disediakan hand sanitizer dan disinfektan, tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas, semua siswa dan guru yang ada di lingkungan sekolah wajib menggunakan masker, sekolah menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik, dan setiap siswa sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di masa pandemi virus corona (covid-19), masker menjadi barang wajib yang digunakan saat beraktifitas ke luar rumah.

Tujuannya jelas meminimalisir risiko terjangkit covid-19.

Di awal pandemi, masker sempat menjadi barang langka hingga akhirnya pemerintah menyarankan memakai masker kain.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB menyebutkan masyarakat tidak bisa merasa bosan memakai masker.

Kalau kata dr. Ari masker kini sudah harus menjadi bagian kehidupan sehingga masyarakat tidak pernah lupa untuk menggunakannya saat keluar rumah.

Baca: Sekian Penyebab Virus Corona di Jatim Melonjak, Presiden Jokowi Sebut Gara-gara Ini

"Enggak bisa bosan dengan masker, karena masker sudah menjadi kehidupan kita," kata dr. Ari saat saat webinar 'Second Wave Pandemi Covid,19', Kamis (25/6/2020).

Memakai masker juga harus menjadi kebiasaan baru karena dikhawatirkan covid-19 yang menyerang saluran pernapasan ini menjadi endemi atau penyakit yang bisa muncul setiap tahun.

"Pandemi ini bisa jadi endemi atau ditemukan sepanjang tahun, jadi masker adalah kehidupan kita," ungkap dr. Ari.

Baca: BREAKING NEWS Update Corona 25 Juni: Tambah 1.178 Kasus, Total 50.187 Pasien Positif, 20.449 Sembuh

Kalau masyarakat konsisten memakai masker yang menutupi bagian hidung dan mulut serta menjalankan protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan dan menjaga jarak, maka bisa mencegah terjadinya lonjakan kasus yang lebih tinggi dari saat ini.

"Masyarakat kan sudah tahu caranya tinggal konsisten aja kita masih tinggi lho kasusnya di daerah tertentu walaupun di beberapa daerah tertentu sudah turun," pungkas dr. Ari.

Sementara itu pada Kamis, 25 Juni 2020 pemerintah mencatat terjadi penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia sebanyak 1.178 kasus sehingga total kasus positif di Indonesia menjadi 50.187 kasus.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved