Breaking News:

Diet Rendah Karbohidrat Tanggung Risiko Kesehatan, Apa Saja Itu?

Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein jadi pilihan sebagian orang untuk menurunkan berat badan.

(oowomaniya.com)
Ilustrasi Menimbang Berat Badan.(oowomaniya.com) 

TRIBUNNEWS.COM - Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein jadi pilihan sebagian orang untuk menurunkan berat badan.

Mereka pada gilirannya mulai membatasi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung protein tinggi.

Penerapan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein ini dianggap dapat menghambat pembentukan lemak berlebih di dalam tubuh.

Baca: Cara Sederhana Ini Ternyata Ampuh Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet, Mau Coba?

Namun, diet rendah karbohidrat pada kenyatannya punya beberapa efek samping yang patut diwaspadai.

Apa saja risiko atau bahaya diet rendah karbohirat ini?

1. Flu

Diet rendah karbohidrat tertinggi adalah diet ketogenik atau disebut diet keto.

Diet ini dilakukan dengan pengurangan asupan karbohirat secara drastis, yakni hingga 5 hingga 10 persen dari asupan kalori harian dan mendapatkan sebagian besar kalori dari lemak dan beberapa protein.

Melansir Live Strong, dalam kekurangan karbohidrat, hati akan mengubah lemak menjadi asam yang disebut keton, yang digunakan tubuh untuk bahan bakar.

Proses ini dapat disebut sebagai ketosis yang biasanya dimulai 3 atau 4 hari membatasi karbohidrat.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved