Minggu, 31 Agustus 2025

Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Kisah Wawat Setiawati, JKN-KIS Bantu Sang Suami Melawan Kanker

Cerita Wawat Setiawati yang menggunakan JKN-KNS saat merawat suaminya kala melawan kanker. Tak dikenai biaya sepeser pun.

Penulis: Gigih
Editor: Sri Juliati
zoom-inlihat foto Kisah Wawat Setiawati, JKN-KIS Bantu Sang Suami Melawan Kanker
Jamkesnews.com
Cerita Wawat Setiawati yang menggunakan JKN-KNS saat merawat suaminya kala melawan kanker. Tak dikenai biaya sepeser pun.

TRIBUNNEWS.COM - Memasuki usia senja dan menua bersama merupakan harapan bagi seluruh keluarga, salah satunya Wawat Setiawati (62). 

Ia adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang selama dua tahun setia menemani almarhum suaminya berjuang melawan penyakit kanker.

Ditemui di kediamannya, Wawat bercerita pengalaman bagaimana suaminya berjuang melawan kanker.

Tak sepeser pun, ia dikenai biaya pelayanan di rumah sakit.

Wawat Setiawati, peserta JKN-KIS, menemani suaminya melawan kanker
Wawat Setiawati, peserta JKN-KIS, menemani suaminya melawan kanker (Jamkesnews.com)

Warga Leuwiliang, Bogor itu bercerita bagaimana prosedur pengobatan dari pindah rumah sakit satu sampai mendapat rujukan ke rumah sakit lainnya, semua berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Almarhum suami saya pejuang kanker selama kurang lebih dua tahun."

"Ada fase naik turunnya selama perjalanan itu, saya menemani dari awal keluhannya sesak napas."

"Tahun 2003, pernah menjalani pengangkatan tumor, ada keluhan kembali tahun 2013 dan setelah dicek ternyata ada tumor lagi dan sudah besar," ujar Wawat, Senin (21/12/2020).

Wawat mengatakan, sebelumnya pada 2013, ia dan mendiang suaminya terdaftar sebagai peserta Asuransi Kesehatan (Askes).

Sang suami menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Ciawi, dan berpindah hingga empat rumah sakit.

Dengan mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang berbeda, ia mengaku sempat mengkhawatirkan biaya yang timbul karena pengobatan berkelanjutan.

Kekhawatiran Wawat akan biaya yang timbul akibat pengobatan almarhum suaminya teratasi.

Semua biaya pengobatan almarhum suaminya dijamin oleh Program JKN-KIS.

Walaupun takdir berkehendak lain, tahun 2015 adalah akhir perjuangan sang suami melawan kanker, tapi Wawat bersyukur selama masa pengobatan tidak dikenakan biaya.

Ia mengalami sendiri, Program JKN-KIS menjamin seluruh pelayanan kesehatan pesertanya tanpa plafon atau batas maksimal asal pengobatan sesuai prosedur dan indikasi medis.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan