Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Nusantara, Hasil Kerjasama Kemenkes dengan RSUP dr Kariadi dan Undip, Berikut Kelebihannya

vaksin nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, kerjasama Kemenkes, RSUP dr Kariadi dan Undip

Penulis: Gigih
Editor: Sri Juliati
JOEL SAGET / AFP
vaksin nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, kerjasama Kemenkes, RSUP dr Kariadi dan Undip 

"Dari setiap kita punya sel dendritik. Tinggal dikenakan pada antigen Covid-19, sehingga punya memori dendritik itu terhadap Covid-19," ujar Terawan dikutip dari KompasTV.

Proses vaksin ini, kata Terawan, cukup sederhana. Vaksin akan mengalami inkubasi dan seminggu kemudian menjadi vaksin individual.

"(Kemudian) disuntikkan ke dalam tubuh pasien penerima vaksin dan pembuat vaksin itu sendiri, dampaknya akan memberikan kekebalan terhadap Covid-19," jelas Terawan.

Terawan mengklaim, imunitas dari hasil vaksinasi Vaksin Nusantara ini akan bertahan lama. "Tentunya akan bertahan lama, karena tingkatnya di sel bukan imunitas humoral atau seluler," katanya.

Vaksin Nusantara telah melalui uji klinis I. Hasilnya, vaksin ini telah dinilai safety dan menunjukkan imunitas yang baik.

"Uji klinis I itu sifatnya hanya mengontrol safety. Safety-nya ternyata bisa baik dari 30 pasien (relawan) itu, dan hasil imunitasnya sangat baik," ungkap Terawan.

Kelebihan Vaksin Nusantara

Selain itu dikutip dari Kompas.com, Dosen dan tim peneliti, Dr. Yetty Movieta Nency SPAK mengatakan temuan vaksin tersebut menggunakan metode berbasis sel dendritik autolog yang bersifat personal.

Sel dendritik autolog merupakan komponen dari sel darah putih yang dimiliki setiap orang lalu dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-COV-2.

Kemudian, sel dendritik yang telah mengenal antigen akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved