Breaking News:

Tips Menyajikan Telur dan Daging Ayam untuk Balita Supaya Terhindar dari Alergi

Banyak anggapan jika telur dan daging ayam pada bayi atau balita akan menimbulkan alergi. Faktanya banyak protein bagus. Ini trik hindari alergi.

Once Upon a Chef
Telur rebus | Once Upon a Chef 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama ini banyak anggapan jika memberi telur dan daging ayam pada bayi atau balita akan menimbulkan alergi. Padahal, faktanya telur dan ayam mengandung protein yang cukup tinggi.

Menurut, dr. Triza Arif Santosa, SpA bayi dan balita dapat mengkonsumi protein yang maksimal tanpa alergi, Rabu, (17/3/2021).

Dokter Triza menjelaskan bahwa kandungan protein pada telur dan daging ayam sangatlah tinggi dan bagus. Setelah melakukan riset, alergi pada anak-anak yang disebabkan telur sangat sedikit.

Baca juga: Manfaat Kuning Telur untuk Anak, Dewasa, dan Lansia

Baca juga: Karbohidrat dan Protein, Zat Gizi yang Wajib Ada Dalam Menu Sarapan

"Kita pernah ada penelitian di Jakarta, terhadap anak-anak dibawah usia 3 tahun yang menderita alergi makanan, jadi setelah survey ternyata sebagaian besar, sekitar 67% penyebab alergi pada bayi dan anak itu adalah susu," ujar dr Triza di Radio Sonora FM, Rabu, (17/3/2021).

Webminar, Mitos dan Fakta tentang Ayam dan Telur, di Sonora FM, Rabu, (17/3/2021)
Webminar, Mitos dan Fakta tentang Ayam dan Telur, di Sonora FM, Rabu, (17/3/2021) (istimewa)

"Jadi sebab alergi karena telur sedikit sekali, kecuali memang punya alergi dari riwayat keluarganya," tambahnya.

Ia juga memberikan tipsnya untuk memperkenalkan protein kepada bayi dan balita yang benar untuk mengindari alergi.

"Sebaiknya pemberian telur, diberikan kuning saja, karena sebagaian besar protein ada pada putihnya, jadi alergi ini penyebabnya adalah protein asing," ujar dr Triza.

"Jadi berikan kuningnya, nanti setelah umur 1 tahun boleh dicoba dengan putihnya itu untuk mengurangi resiko terjadinya alergi," tambahnya.

Untuk penyanjiannya, telur direbus dan dilumatkan semacam bubur saring. Hal tersebut juga berlaku untuk daging ayam.

"Saat usia 6 bulan, mulai dengan makanan yang lebih encer, dilumatkan seperti bubur. Saat umur 9 bulan, kemudian dalam bentuk daging cincang atau saat anak sudah terampil menelan, mengunyah, dan gigi mulai tumbuh," pungkasnya.

Jadi tidak masalah mengkonsumsi telur dan daging ayam pada anak-anak yang masih dibawah umur 5 tahun, karena kedua nya memiliki sumber protein yang tinggi dan harganya terjangkau.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved