Senin, 20 April 2026

Ibu Hamil Berpuasa, Apakah Boleh ?

Menjalani ibadah puasa bagi perempuan hamil juga harus didiskusikan dengan bidan atau dokter

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
iStockphoto
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jika anda merupakan seorang perempuan muslim yang sedang hamil, anda mungkin penasaran apakah diizinkan untuk berpuasa selama bulan ramadan.

Hukum Islam memberikan izin bagi perempuan hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa, jika khawatir hal tersebut akan membahayakan kesehatannya maupun janin yang dikandungnya.

Puasa yang terlewat pun bisa diganti pada hari selanjutnya setelah bulan ramadan.

Namun jika tidak memungkinkan, ibu hamil bisa menggantinya dengan 'fidyah' yang dibayar dengan menyediakan makanan bagi seseorang yang tidak mampu untuk setiap puasa yang terlewat.

Kendati demikian, ada beberapa perempuan muslim hamil yang memutuskan untuk tetap berpuasa selama bulan ramadan.

Ini tentunya merupakan keputusan yang sangat pribadi dan akan tergantung pada kondisi kesehatan kehamilan anda sendiri.

Baca juga: Manjakan Ibu Hamil dan Menyusui di Mooimom Online Fair 2021

Perlu diketahui, tidak hanya tahapan kehamilan saja yang dapat menjadi pertimbangan boleh atau tidaknya anda berpuasa, namun juga bagaimana mood dan apakah anda sedang mengalami masalah selama masa kehamilan.

Menjalani ibadah puasa bagi perempuan hamil juga harus didiskusikan dengan bidan atau dokter.

Oleh karena itu, anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin dihadapi saat berpuasa.

Selain itu, anda juga bisa meminta saran dari ahli kesehatan ini terkait apakah puasa dapat membahayakan kesehatan anda atau bayi anda.

Apakah aman berpuasa saat menjalani masa kehamilan?

Dikutip dari laman Nutrition.or.uk, Senin (29/3/2021), penelitian terkait aman atau tidaknya berpuasa selama masa kehamilan, saat ini masih dilakukan.

Baca juga: Ramadan Masih di Tengah Pandemi, Pemerintah Akan Susun Skema Kebijakan dari Ibadah hingga Mudik

Kendati belum jelas, banyak ahli percaya bahwa menjalani puasa saat hamil, bukan merupakan ide yang baik.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa perempuan hamil yang berpuasa selama ramadan kemungkinan akan memiliki plasenta yang lebih kecil atau bayi dengan berat badan lahir yang sedikit lebih rendah, dibandingkan dengan perempuan hamil yang tidak berpuasa.

Puasa juga disebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika ramadan dilakukan di belahan bumi lainnya seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS), di mana bulan suci jatuh selama musim panas.

Ini dianggap dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi anda.

Namun, penelitian lain belum menemukan adanya perbedaan antara bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa dan yang tidak berpuasa selama ramadan.

Dampak puasa selama kehamilan mungkin saja tergantung pada kesehatan ibu secara keseluruhan, tahap kehamilan dan waktu berlangsungnya ramadan.

Baca juga: Awalnya Dikira Pendarahan, Ibu Hamil di Ciracas Minta Tolong, Ternyata Akibat Peluru Nyasar

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya terkait apa dampak puasa terhadap kesehatan dan perkembangan bayi, serta bagaimana dampaknya bagi kesehatan anak di masa mendatang.

Jika saya memutuskan untuk berpuasa, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk membuat momen ini lebih mudah diatur untuk saya dan bayi saya?

Kehamilan merupakan waktu yang sangat menuntut kebutuhan nutrisi dan cairan bagi tubuh anda.

Jika anda mempertimbangkan untuk menjalani puasa di bulan ramadan selama kehamilan, pastikan anda memberitahu bidan maupun dokter anda, sehingga mereka dapat memberikan beberapa saran dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan.

Selain itu, anda mungkin saja bisa berpuasa selama hari-hari tertentu saat ramadan.

Seperti berpuasa pada hari-hari alternatif atau di akhir pekan untuk mencoba dan membuatnya sedikit lebih mudah diatur.

Yang menjadi catatan penting adalah jika anda berpuasa, dehidrasi menjadi hal yang harus diwaspadai, terutama jika ramadan jatuh pada hari-hari musim panas yang lama dan terik.

Rasa haus atau memiliki urine berwarna gelap bisa menjadi tanda awal dehidrasi, gejala lain yang bisa saja muncul kemungkinan termasuk pusing, sakit kepala, kelelahan, mulut kering dan jarang buang air kecil atau hanya buang air kecil kurang dari tiga atau empat kali dalam sehari.

Saat anda merasa pusing, lemas atau lelah ketika berpuasa, bahkan setelah anda melakukan istirahat, maka anda disarankan untuk berbuka puasa dengan minuman yang manis, untuk mengganti gula dan cairan yang hilang, serta cemilan asin untuk menggantikan garam yang hilang.

Baca juga: Cara Membuat Kolak yang Mudah dan Enak, Inspirasi Hidangan Buka Puasa Ramadhan

Untuk mencoba mengurangi risiko dehidrasi, biarkan tubuh anda tetap sejuk dengan beristirahat di tempat teduh, jangan memaksakan diri untuk berpuasa, dan cobalah mengkonsumsi banyak cairan setelah anda berbuka puasa.

Kemudian pada waktu 'sahur', anda harus ingat bahwa selama kehamilan, jumlah cairan yang anda butuhkan harus ditambah sebanyak satu atau dua gelas sehari, dibandingkan saat tidak hamil.

Selain minum banyak cairan, termasuk makanan yang memiliki kandungan air tinggi seperti buah-buahan, sayuran, sup, semur, dan bubur dalam menu 'sahur' serta 'buka puasa', anda juga dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan menghindari konsumsi terlalu banyak makanan asin, terutama saat pagi hari, karena hal ini dapat membuat anda semakin merasa haus.

Pastikan pula anda tetap mengkonsumsi suplemen yang mengandung asam folat dan vitamin D serta makan makanan seimbang yang sehat selama ramadan.

Sehingga anda mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan anda dan bayi anda.

Usahakan juga untuk mengkonsumsi makanan yang dapat melepaskan energi secara perlahan atau makanan indeks glikemik rendah seperti pasta wholemeal, roti gandum, sereal berbasis oat, kacang-kacangan, terutama saat sahur.

Jika anda telah memutuskan untuk berpuasa selama ramadan dan kemudian mulai merasa kuranag sehat, penting bagi anda untuk berkonsultasi dengan bidan atau dokter anda sesegera mungkin

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk membatalkan puasa.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved