Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2021

Penderita Diabetes Boleh Berpuasa, Tapi Ketahui Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

Kata dokter spesialis penyakit dalam, pasien penderita penyakit diabetes bisa melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
NET
Ilustrasi puasa 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasien penderita penyakit diabetes bisa melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Demikian dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Endokrin-Metabolik-Diabetes) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, dr. Marina Epriliawati, Sp.PD, KEMD.

Namun, ada beberapa hal yang harus mereka perhatikan sebelum menjalani puasa.

Yang pertama adalah, para penderita diabetes ini harus mengendalikan kadar gula darahnya terlebih dahulu.

Kadar gula darah yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan si penderita.

Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes (diabetes.co.uk)

Dampak ini tidak hanya dapat dirasakan dalam jangka pendek saja, namun juga jangkan panjang.

"Untuk pasien diabetes, sebenarnya boleh pada prinsipnya berpuasa apabila glukosa (zat gula) darahnya terkontrol," ujar dr Marina, dalam talkshow live Instagram @radiokesehatan, Senin (19/4/2021).

Selain mengendalikan gula darah, para penderita diabetes yang hendak berpuasa diharapkan benar-benar mengetahui kondisinya.

Baca juga: Penyebab Diabetes Tipe 1 dan 2 Beda, Bagaimana Pengobatannya?

Apakah mereka mengalami komplikasi serius seperti jantung, ginjal atu organ tubuh lainnya.

"Terus tidak ada komplikasi-komplikasi serius lainnya yang kira-kira bisa berbahaya pada saat pasien berpuasa ramadan," kata dr Marina.

Baca juga: Apa Beda Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 ? Mana yang Lebih Bahaya?

Terdapat perbedaan antara penyebab munculnya penyakit diabetes tipe 1 dan 2.

Diabetes tipe 1 yang umumnya dialami anak-anak atau usia muda, biasanya disebabkan oleh proses autoimun yang merusak pankreas.

Pada kondisi ini, pankreas pun akhirnya tidak dapat memproduksi insulin, sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah.

Ilustrasi diabetes.
Ilustrasi diabetes. (Pixabay)

"Bagi tipe 1 biasanya disebabkan karena proses autoimun yang merusak pankreas yang menyebabkan insulin hampir tidak ada kadarnya di dalam diri kita," papar dr Marina.

Biasanya, pengobatan yang dilakukan terhadap penderita diabetes tipe ini adalah melalui pemberian insulin suntik setiap hari.

Upaya ini untuk mengendalikan kadar gula darah agar tetap normal.

Sementara untuk penyebab diabetes tipe 2 tidak hanya karena kurangnya produksi insulin, namun juga terjadi resistensi insulin.

"Kalau diabetes tipe 2 memang terjadi juga kekurangan produksi insulin, tapi dia juga ada masalah lain yaitu kurang baiknya kerja insulin yang disebut sebagai resistensi insulin," tutur dr Marina.

Upaya pengobatan terhadap penderita diabetes tipe 2 berbeda dengan tipe 1.

Karena hanya sebagian pasien diabetes tipe 2 yang memerlukan insulin untuk mengendalikan gula darahnya.

Penderita diabetes tipe 2 umumnya akan diberikan obat antidiabetes.

Perlu diketahui, Indonesia menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia.

Angka prevalensi penderita penyakit diabetes di masa pandemi virus corona (Covid-19) pun mencapai 6,2 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved