Breaking News:

Tips Kesehatan

8 Tips Berhenti Merokok, dari Makan Permen Karet hingga Konsumsi Vitamin B dan C

Berikut delapan cara berhenti merokok, dari makan permen karet hingga berlatih Tai Chi.

umpi.edu
ilustrasi larangan memakan permen karet di Singapura 

TRIBUNNEWS.COM - Bahaya merokok tidak perlu diragukan lagi.

Beberapa masalah kesehatan dapat disebabkan akibat kebiasaan merokok, seperti penyakit jantung, stroke, dan paru-paru.

Bahkan, merokok juga dapat menyebabkan kanker.

Meskipun begitu, masih banyak orang yang memiliki kebiasaan merokok.

Pasalnya, di dalam rokok, terdapat nikotin yang merupakan zat adiktif.

Hal inilah yang membuat orang-orang sulit untuk berhenti merokok.

Baca juga: Terapi Ini Bisa Bantu Anda Kurangi Sisi Adiktif Rokok

Apakah kamu atau orang terdekatmu adalah salah satu di antara para perokok?

Di bawah ini, ada beberapa tips yang dapat membantumu untuk berhenti dari kebiasaan merokok.

Yuk, simak tipsnya, dilansir Medical News Today:

1. Gunakan Aplikasi untuk Melacak Kebiasaan

Kebiasaan seperti merokok dipicu sebagai respons terhadap isyarat tertentu.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengulangan tindakan sederhana dalam pengaturan tertentu mengarah pada tindakan dalam pengaturan yang sama.

Misalnya, secara otomatis merokok dengan menikmati kopi.

Namun, kebiasaan sehat dapat dibentuk dengan mengulangi tindakan sehat secara konsisten dalam konteks yang sama.

Ada berbagai aplikasi gratis online yang dapat membantu melacak kemajuanmu.

Aplikasi ini dapat membantu melacak konsumsi rokok dan keinginan untuk mengonsumi nikotin.

Informasi ini dapat digunakan untuk memperkuat kebiasaan sehat baru, menggantikan kebiasaan lama yang tidak sehat.

Baca juga: Gaprindo Gencarkan Kampanye Cegah Perokok Anak

2. Terapi Pengganti Nikotin

ilustrasi makan permen karet.
ilustrasi makan permen karet. (umpi.edu)

Nikotin dalam rokok bersifat adiktif.

itulah sebabnya orang-orang mengalami gejala yang tidak menyenangkan ketika mereka mencoba berhenti merokok.

Terapi pengganti nikotin menyediakan nikotin tingkat rendah tanpa bahan kimia beracun lainnya dalam asap tembakau.

Ini membantu meringankan beberapa gejala seperti keinginan kuat untuk merokok, mual, kesemutan tangan dan kaki, susah tidur, perubahan suasana hati, dan kesulitan berkonsentrasi.

Terapi pengganti nikotin juga dapat diterapkan seperti makan permen karet, tablet isap, dan menggunakan obat inhaler.

3. Gunakan Brupopion

Bupropion (Zyban) adalah antidepresan yang dapat membantu orang berhenti merokok.

Bupropion mengurangi kekurangan dopamin yang dialami dalam penghentian nikotin.

Hal ini dapat mengurangi iritabilitas dan kesulitan dalam berkonsentrasi terkait dengan berhenti merokok.

Bupropion mungkin sangat berguna bagi mereka yang peduli tentang potensi kenaikan berat badan sambil berhenti merokok.

Bupropion telah terbukti mengurangi nafsu makan dan kecenderungan untuk makan berlebihan.

Baca juga: Merokok Pengaruhi Kesehatan Jantung Anda dan Sederet Penyakit Ini Akan Menyertai

4. Gunakan Vareniklin

Vareniklin (Champix) bekerja dengan memicu pelepasan dopamin.

Merokok meningkatkan kadar bahan kimia dalam tubuh secara buatan.

Jadi, ketika perokok berhenti, mereka sering mengalami depresi dan kecemasan sampai tingkat produksi dopamin alami mereka pulih.

Vareniklin membantu mengatasi kadar dopamin rendah ini dan mengurangi beberapa gejala yang disebabkan oleh berhenti merokok.

Pada saat yang sama, obat ini menghambat efek nikotin jika orang tersebut kambuh dan merokok.

Karena itu, Vareniklin juga bermanfaat untuk mengurangi efek penguat nikotin.

5. Ganti dengan Rokok Elektrik

Rokok elektrik memungkinkan seseorang menghirup nikotin dalam uap tanpa produk sampingan tembakau berbahaya lainnya, seperti tar dan karbon monoksida.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat membantu berhenti merokok.

Orang secara bertahap dapat mengurangi kandungan nikotin dari cairan dalam rokok elektrik dengan cara yang mirip dengan terapi pengganti nikotin.

Namun, ada beberapa kontroversi dalam literatur tentang pendekatan ini.

Baca juga: Kardiovaskular Jadi Penyebab Utama Kematian di AS, 30 Persen di Antaranya Didominasi Perokok Pasif

6. Konsumsi Vitamin B dan C

Lemon merupakan salah satu buah yang kaya vitamin C.
Lemon merupakan salah satu buah yang kaya vitamin C. (Pexels.com/Lukas)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perokok pada umumnya memiliki konsentrasi vitamin B yang bersirkulasi lebih rendah.

Selain itu, perokok juga memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Perokok sering menyebut stres sebagai salah satu pemicu yang meningkatkan hasrat merokok.

Vitamin B dikenal sebagai vitamin "anti-stres".

Vitamin ini dapat membantu menyeimbangkan suasana hati.

Vitamin C adalah antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi paru-paru dari stres oksidatif yang disebabkan oleh asap rokok.

Jadi, suplemen dengan vitamin ini dapat membantumu ketika berhenti merokok.

7. Buat Daftar Motivasi

Bagi perokok yang berencana berhenti merokok, membuat daftar untuk tetap termotivasi dapat membantu ketika masa-masa sulit.

Daftar alasan yang dapat kamu tulis untuk memotivasimu berhenti merokok antara lain :

Memulihkan kesehatan secara keseluruhan.

Menabung.

Memberi contoh yang baik untuk anak-anak.

Terlihat lebih baik dan beraroma lebih baik.

Mengambil kendali dan menjadi bebas dari kecanduan.

Dengan meninjau daftar itu setiap hari dan terutama di saat-saat sulit, perokok dapat melatih pikiran untuk fokus pada aspek positif dari tujuan mereka.

Cara ini juga dapat memperkuat keinginan untuk berhenti.

Baca juga: Indonesia Peringkat ke-3 dan Jepang ke-7 Terbanyak Perokok di Dunia

8. Berlatih Tai Chi

LATIHAN OLAHRAGA TAI CHI - Sejumlah mahasiswa melakukan latihan pernapasan tai chi di kawasan hutan kota Babakan Siliwangi, Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (6/6). Latihan olahraga tradisional Cina yang dilakukan oleh Mahasiswa jurusan seni tari STSI semester 2 ini merupakan mata kuliah olah tubuh yang bertujuan untuk melatih konsentrasi, fisik, dan pernafasan.
LATIHAN OLAHRAGA TAI CHI - Sejumlah mahasiswa melakukan latihan pernapasan tai chi di kawasan hutan kota Babakan Siliwangi, Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (6/6). Latihan olahraga tradisional Cina yang dilakukan oleh Mahasiswa jurusan seni tari STSI semester 2 ini merupakan mata kuliah olah tubuh yang bertujuan untuk melatih konsentrasi, fisik, dan pernafasan. (/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Tai Chi adalah satu seni beladiri dan senam kesehatan beraliran halus dari Tiongkok.

Sebuah studi dalam Journal of Addiction and Therapy mengungkapkan, berlatih Tai Chi tiga kali seminggu adalah cara yang efektif untuk membantu orang mengurangi kebiasaan atau berhenti merokok.

Manfaat lain dari Tai Chi adalah meningkatkan tekanan darah dan mengurangi stres.

Latihan pemusatan pikiran seperti yoga, meditasi, dan Tai Chi menawarkan pilihan pengobatan alternatif bagi kamu yang berusaha berhenti merokok.

Baca tips kesehatan lainnya

(Tribunnews.com/Citra Agusta Putri Anastasia)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved