Breaking News:

Virus Corona

Ini Penyebab Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman di Rumah

Lamanya perawatan untuk pasien positif Covid-19 tanpa gejala adalah 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
DAPUR UMUM - Relawan sedang mempersiapkan berbagai makanan siap saji di dapur umum Kecamatan Bstuceper, Kota Tangerang, Jumat (16/7/2021). Bantuan makanan bergizi ini sangat dibutuhkan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri untuk pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri atau isoman terus bertambah setiap harinya.

Pasien tersebut meninggal meskipun tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta).

Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas perawatan sendiri di rumah, khususnya pada Orang Tanpa Gejala (OTG) dan pasien gejala ringan.

Banyak yang khawatir, penanganan yang dilakukan tidak tepat sehingga berakibat menghilangkan nyawa pasien.

Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, pasien meninggal saat isoman umumnya disebabkan gejala pemburukan yang tidak mendapatkan pertolongan.

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan gradasi keparahan infeksi sehingga seharusnya mendapatkan perawatan lebih. Ia menguraikan, gradasi pasien Covid-19 terdiri dari lima tahapan yakni OTG, ringan, sedang, berat dan kritis.

Baca juga: Angka Kematian Pasien Isoman dan di Luar Faskes Diduga Lebih Tinggi dari yang Tercatat

Ketika mengalami pemburukan, pasien isoman otomatis naik menjadi level sedang dan harus dibawa ke rumah sakit.

"Mungkin memang agak berat faktanya, tapi kasus isoman meninggal itu karena seharusnya dibawa ke rumah sakit, bukan lagi isoman," jelasnya dalam diskusi media bertajuk Dukungan Good Doctor untuk Program Vaksinasi Nasional dan Penanganan COVID-19 di Indonesia secara virtual pada Kamis (22/07/2021).

Daeng mengatakan, seringkali keluarga tidak memahami gentingnya kondisi pasien isoman sehingga terlambat memberikan penanganan.

Hal yang cukup krusial untuk diperhatikan, tambahnya, adalah kadar saturasi oksigen pasien.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved