Breaking News:

Virus Corona

Bolehkah Gunakan Oksigen Saat Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Penjelasan Dokter

Karena rumah sakit penuh, sebagian pasien pun menggunakan oksigen di rumah saat melakukan isolasi mandiri. 

Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. Studi dari Harvard Medical School menyatakan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) kemungkinan sudah ada dan menyebar di China sejak Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkatan gejala orang terinfeksi Covid-19 beragam. Ada yang tanpa gejala, ringan, sedang, hingga gejala berat. 

Saat seseorang terkena virus SARS-CoV-2 ini dan bergejala berat, biasanya mengalami gejala Covid-19 berupa sesak napas. 

Pada saat normal, tingkat saturasi oksigen atau tingkat oksigen dalam darah berada antara 95-100 persen.

Saturasi ini bisa diukur dengan alat bernama pulse oximetry (oximeter nadi).

Namun ketika virus Covid-19 sudah menginfeksi organ seperti paru-paru, maka saturasi oksigen dapat terganggu.

Baca juga: Kemenparekraf Serahkan Donasi Oksigen Konsentrator dari Trip.com Ke Kementerian Kesehatan

Baca juga: Kapolri Luncurkan Bantuan 1.000 Oksigen Konsentrator Bantu Warga yang Terpapar Covid-19

Bahkan kadar oksigen dalam darah bisa menurun hingga di bawah normal, sehingganya pasien membutuhkan bantuan terapi oksigen.

Fenomena penuhnya rumah sakit membuat beberapa pasien terpaksa melakukan isolasi mandiri selama di rumah.

Baca juga: AS Beri Bantuan 3,5 Juta Vaksin Moderna, Oksigen, Alkes hingga Obat untuk Indonesia

Sebagian pasien pun menggunakan oksigen di rumah saat melakukan isolasi mandiri

Tapi amankah penggunaan oksigen saat isolasi mandiri di rumah?

Anak Thailand Pakai Oksigen
Anak Thailand Pakai Oksigen (Facebook/Poppinew)

Menurut dr Ugi Sugiri Sp EM, idealnya, perawatan di rumah tidak dibenarkan beri oksigen

Menggunakan tabung oksigen harus diawasi oleh para ahli. Ada aturan khusus seperti berapa liter pemberian pada pasien, berapa jam oksigen akan habis dan sebagainya. 

"Oleh karena itu, jika ada yang merasa sesak bisa ke rumah sakit saja. Biar bisa dinilai dirawat inap atau enggak perlu. Kalau menggunakan oksigen di rumah tidak dianjurkan," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Rabu (4/8/2021).

Penggunaan tabung oksigen menurut pemaparan dr Ugi betul-betul harus dipantau.

Tidak hanya sekadar kasih oksigen saja, bahkan ukuran tabung juga memengaruhi. Karenanya perlu berkonsultasi terlebih dahulu.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved