Breaking News:

Pecah Pembuluh Darah Otak, Mungkinkah Ditangani Tanpa Pembedahan?

Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, dan umumnya sebelum pecah aneurisma tidak bergejala.

sciencedaily.com
Ilustrasi otak manusia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aneurisma otak mungkin banyak yang belum memahaminya. Namun, akibat kondisi itu diperkirakan sekitar 500 ribu orang meninggal setiap tahunnya.

Aneurisma otak merupakan kondisi di mana dinding pembuluh darah otak melebar atau menonjol (ballooning) akibat lemahnya dinding pembuluh darah tersebut.

Jika aneurisma ini pecah dapat mengakibatkan kondisi fatal yaitu perdarahan otak (subarachnoid) dan kerusakan otak.

Pecahnya aneurisma ini diperkirakan dialami oleh 1 orang setiap 18 menit.

Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, dan umumnya sebelum pecah aneurisma tidak bergejala, sehingga dianjurkan untuk melakukan brain check- up secara rutin.

Beberapa orang terkenal pernah mengalami pecah aneurisma otak diantaranya, Sharon Stone, Emilia Clarke (Game of Throne), Dr. Dre, Neil Young.

Dampaknya pun bisa dibilang tidak ringan.

Aneurisma memang tidak selalu berujung pada kematian, namun kualitas hidup penderitanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

Kecacatan, perawatan, tenaga, dan biaya besar menjadi faktor penting yang perlu dipahami oleh penderita aneurisma otak.

Baca juga: Bolehkah Orang dengan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Divaksin?

Baca juga: Metode FAST, Langkah Dini Kenali Gejala Stroke

Halaman
123
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved