Breaking News:

Disfungsi Ereksi, Ketahui Gejala dan Faktor Penyebab Menurut Dokter Spesialis Urologi

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan laki-laki mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual.

Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan laki-laki mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual.

Orang pada umumnya mengenal dengan sebutan impotensi.

Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakharmonisan bagi pasangan jika tidak segera diatasi.

Terdapat tiga kondisi yang bisa menjadi tanda-tanda disfungsi ereksi, yaitu sulit ereksi, bisa ereksi tetapi tidak dapat mempertahankan, dan kurang keras untuk penetrasi.

Menurut spesialis Urologi dari Siloam Hospitals Sentosa Bekasi, dr. Andre Lazuardi Harahap, Sp.U, faktor penyebab disfungsi ereksi ada dua hal, yakni faktor psikogenik dan organik.

"Disfungsi ereksi disebabkan faktor penyakit (organik) lalu disusul oleh faktor psikologis (psikogenik). Penyakit ini dapat ditangani secara maksimal dan komprehensif, di mana pasien diharapkan berkonsultasi kepada dokter," tutur dr. Andre Lazuardi Harahap, Sp.U., melalui edukasi bincang sehat yang digelar manajemen Siloam Hospitals Sentosa Bekasi via Instagram, Kamis (16/09/2021).

Baca juga: Penelitian di AS: Obat Disfungsi Ereksi Laris di Masa Pandemi Covid-19

Timbulnya gairah seksual pria ditandai terjadinya ereksi pada alat kelamin merupakan rangkaian proses yang tidak sederhana. 

Proses tersebut melibatkan kerja saraf pada  otak dan otot, pembuluh darah, hormon, dan faktor psikologis (keinginan dan emosi). 

"Disfungsi ereksi biasanya terjadi jika hal-hal tersebut mengalami masalah," lanjut dokter Andre .

Ragam kondisi yang menyertai disfungsi ereksi umumnya, yaitu:
 

  • Faktor metabolik, pada pasien yang juga menderita penyakit jantung, hipertensi, kolesterol, ginjal, diabetes, obesitas, cedera kepala berat dan lainnya.
  • Faktor Neurogenik, pada pasien parkinson, cedera tulang belakang, alzheimer.
  • Faktor Hormonal, yang mempengaruhi gairah seksual atau disebut libido.
  • Faktor Psikologis, yaitu pada pasien dalam keadaan stres, kecemasan, depresi.
     
Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved