Breaking News:

Penting Deteksi Dini Kanker Payudara, Gerakan 1.000 Skrining Payudara Gratis Pun Digelar

Pengobatan kanker payudara bisa sangat efektif, terutama jika penyakit ini diidentifikasi sejak dini.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Bet_Noire
Ilustrasi kanker 

Dr. Walta menambahkan, langkah sederhana ini bisa dilakukan pada waktu tertentu bagi mereka yang masih mengalami menstruasi maupun menopause.

"SADARI ini sendiri bisa dilakukan secara teratur setiap bulannya. Dilakukan pada hari ke 7 hingga 10 setelah hari pertama menstruasi, atau tanggal tertentu untuk yang sudah menopause," jelas Dr. Walta.

Sementara itu seorang penyintas kanker payudara, dr. Khairatu Nissa Rangkuti turut menegaskan pentingnya deteksi dini.

Menurutnya, gerakan SADARI yang dilakukan secara sederhana ini bisa menjadi penanda apabila terjadi perubahan pada payudara.

Jika memang ada perubahan, maka bisa segera melakukan konsultasi ke dokter serta mendapatkan perawatan yang tepat.

"Sehingga secara tidak langsung deteksi dini termasuk gerakan SADARI atau periksa payudara sendiri ini dapat membantu meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara dan mengurangi jumlah pasien kanker payudara," tegas dr. Khairatu.

Terkait pentingnya skrining dan deteksi dini penyakit ini, Philips Foundation pun mendukung kampanye 'Indonesia Goes Pink 2021' untuk meningkatkan kepedulian atas kanker payudara dan menyediakan skrining bagi perempuan keluarga pra-sejahtera.

Organisasi nirlaba ini berupaya menyediakan akses ke layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu melalui kolaborasinya dengan Lovepink Indonesia dan Docquity untuk menjalankan kampanye di Bulan Peduli Kanker Payudara sedunia.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko kanker payudara melalui edukasi awam dan aktivasi masyarakat.

Selain itu memberikan akses gratis kepada 1.000 perempuan pra-sejahtera agar memiliki kesempatan melakukan skrining kanker payudara di sejumlah kota, mulai dari kawasan Jabodetabek, Bandung, Jember, Pekanbaru, Banjarbaru, Yogyakarta hingga Padang.

Data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan kanker payudara menempati urutan teratas daftar kasus baru untuk penyakit kanker serta semua penyakit tidak menular lainnya.

Selain itu, bagi para perempuan yang telah mendapatkan hasil skrining positif, empat dari lima ternyata telah menderita kanker payudara stadium lanjut atau metastasis.

Sehingga penting bagi perempuan untuk memperoleh Informasi terkait penyakit, perkembangannya, diagnosis spesifik, serta pilihan pengobatan yang tepat, agar dapat didiskusikan dengan profesional medis sebelum mereka membuat keputusan.

Ketua Lovepink Indonesia, Samantha Barbara mengatakan organisasi yang dipimpinnya berfokus pada edukasi dan pendampingan deteksi dini bagi perempuan penderita kanker payudara.

Ini bertujuan untuk menekan jumlah penderita kanker payudara stadium lanjut.

"Sayangnya, tidak semua perempuan, terutama yang berasal dari keluarga pra-sejahtera, memiliki akses untuk melakukan pemeriksaan payudara, dan tidak memiliki informasi tentang kanker payudara dan dampak penyakitnya. Dukungan Philips Foundation atas kampanye kami akan memungkinkan kami membantu melakukan skrining kanker payudara bagi para perempuan ini," kata Samantha.

Sementara itu, Direktur Philips Foundation, Margot Cooijmans mengatakan pihaknya melalui Philips Indonesia, telah berkomitmen untuk mendukung kampanye Indonesia Goes Pink 2021.

Karena langkah ini akan membantu banyak perempuan Indonesia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang deteksi dini, dan memberikan pendidikan serta bantuan mengenai implikasi kanker payudara.

"Menyediakan keahlian Philips yang memungkinkan akses yang lebih baik ke skrining, terutama bagi perempuan keluarga pra-sejahtera adalah contoh bagaimana kami memenuhi misi kami. Kami sangat antusias untuk terlibat dalam kampanye peduli kanker payudara ini yang memungkinkan Lovepink Indonesia dan Docquity menjangkau komunitas yang lebih luas melalui webinar edukasi dan dengan menyediakan tes skrining yang dapat menyelamatkan jiwa," kata Cooijmans.

Hal yang sama pun disampaikan Presiden Direktur Philips Indonesia, Pim Preesman yang mengatakan bahwa komitmen ini sejalan dengan prinsip perusahaannya yang concern terhadap penyediaan produk berbasis teknologi kesehatan.

"Sebagai perusahaan teknologi kesehatan, Philips mendorong para perempuan untuk melakukan tes skrining berkala dan berkonsultasi dengan dokter mengenai tanda-tanda kanker payudara. Philips memiliki solusi dan keahlian dalam memberikan skrining dan deteksi kanker payudara yang berkualitas. Perangkat ultrasound  canggih mendukung profesional medis  dengan diagnosis yang lebih
baik, sehingga bila dibutuhkan perawatan dapat dimulai sesegera mungkin," jelas Preesman.

Edukasi melalui webinar series yang digelar Philips Foundation ini awalnya dimulai pada 15 Oktober lalu dengan menampilkan topik 'Fear of Recurrency' yang mencakup informasi mengenai deteksi dini, pengobatan yang tepat dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dilanjutkan dengan 'Gerakan 1.000 USG Payudara Gratis' yang dihelat di tujuh kota yang telah dimulai pada bulan ini dan rencananya akan selesai pada Desember mendatang.

Perlu diketahui, pemerintah memang terus mendorong para perempuan untuk melakukan SADARI di rumah dan SADANIS di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang dapat dilakukan oleh dokter dengan menggunakan alat radiologi atau ultrasound.

Pemerintah juga mendorong SADANIS untuk menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan bagi perempuan berusia 20 tahun ke atas.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved