Rabu, 27 Mei 2026

Tak Hanya Lansia, Ibu Hamil dan Anak Muda Bisa Kena Gagal Jantung Mendadak

Gangguan jantung tak hanya menyerang lansia. Ibu hamil dan anak muda juga berisiko alami kondisi mematikan ini.

Tayang:
Timesofisrael
PEMERIKSAAN JANTUNG - Ilustrasi ibu hamil. Dokter mengingatkan gagal jantung tak hanya menyerang lansia, tetapi juga dapat dialami ibu hamil dan anak muda akibat berbagai faktor risiko. 

Ringkasan Berita:
  • Ibu hamil sehat mendadak sesak dan bengkak, ternyata tanda gangguan jantung berbahaya.
  • Dokter ungkap penyakit jantung juga menyerang anak muda usia produktif aktif dan sehat.
  • Begadang, stres, hingga makanan instan disebut memperbesar risiko kerusakan fungsi jantung.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit jantung selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok lanjut usia. Namun dokter mengingatkan kondisi tersebut juga bisa menyerang ibu hamil, anak muda, hingga pasien yang sebelumnya tampak sehat tanpa riwayat gangguan kardiovaskular.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan gagal jantung, dr Dian Yaniarti Hasanah, SpJP(K), FIHA, mengatakan persepsi bahwa penyakit ini hanya identik dengan usia lanjut masih membuat banyak orang terlambat mengenali gejala awal.

“Ke anak kecil sampai dengan usia tua. Ya tentu saja penyebabnya bermacam-macam,” kata Dian dalam talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Minggu (24/5/2026).

Salah satu kondisi yang paling sering tidak disadari ialah gangguan fungsi jantung akibat kehamilan atau peripartum cardiomyopathy (PPCM). Kondisi ini dapat muncul pada ibu yang sebelumnya sehat, bahkan tanpa riwayat penyakit jantung.

Menurut Dian, banyak perempuan menganggap sesak napas, kaki bengkak, dan tubuh cepat lelah setelah melahirkan sebagai kondisi normal pascapersalinan. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda masalah jantung serius.

“Wanita-wanita yang setelah hamil kok masih bengkak, masih cepat capek tapi berpikirnya itu karena kehamilannya, oh ini karena pos melahirkan, padahal sebenarnya bukan, itu adalah gagal jantung,” ujarnya.

Bisa Muncul Mendadak pada Ibu yang Sebelumnya Sehat

Dian menjelaskan, PPCM dapat terjadi tiba-tiba pada ibu hamil yang sebelumnya tidak memiliki keluhan kesehatan berarti.

“Pasiennya sebelumnya sehat-sehat saja, ibu hamil sehat, nah kemudian karena ada pada subgrup tertentu, bisa terjadi kegagal jantung pada kehamilan,” katanya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menyepelekan gejala sesak atau pembengkakan tubuh setelah persalinan, terutama bila keluhan berlangsung terus-menerus.

Selain faktor kehamilan, dokter juga menyoroti meningkatnya risiko penyakit jantung pada kelompok usia muda akibat pola hidup tidak sehat dan faktor keturunan tertentu.

Baca juga: Gejala Gagal Jantung Kerap Disangka Maag dan Kelelahan, Dokter Minta Waspada

Hamil Terlalu Muda hingga Preeklamsia Tingkatkan Risiko

Menurut Dian, terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko gangguan jantung terkait kehamilan.

“Jadi untuk yang gagal jantung pada kehamilan ini sangat penting, jadi ada faktor epidemiologinya, hamil terlalu muda, hamil terlalu tua,” kata dia.

Risiko juga meningkat pada ibu dengan kehamilan kembar maupun preeklamsia atau hipertensi saat kehamilan.

“Hamil kembar itu mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami PPCM atau gagal jantung terkait kehamilan. Lalu mengalami preeklamsi atau hipertensi pada kehamilan,” ujarnya.

Selain itu, terdapat kerentanan genetik tertentu yang membuat sebagian orang lebih mudah mengalami gangguan fungsi jantung.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved