Rabu, 29 April 2026

Kesehatan

Faktor Penyebab Terjadinya Urine Berbusa: Penyakit Ginjal, Dehidrasi, hingga Diabetes

Berikut ini faktor penyebab terjadinya urine berbusa/ kencing berbusa, mulai dari mengidap penyakit ginjal, dehidrasi, hingga menderita diabetes.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi Urine berbusa - Berikut ini faktor penyebab terjadinya urine berbusa/ kencing berbusa, mulai dari mengidap penyakit ginjal, dehidrasi, hingga menderita diabetes. 

Ginjal yang berfungsi dengan baik dapat menyaring protein sehingga tidak akan bisa masuk ke dalam urin seseorang, sedangkan ginjal yang rusak sebaliknya.

Albumin adalah protein yang terdapat dalam darah.

Kehadiran albumin dalam urin disebut albuminuria, atau kadang-kadang proteinuria.

Jika urin seseorang terus-menerus berbusa, hal itu mengindikasikan proteinuria.

Terjadinya proteinuria ini bisa menjadi gejala awal penyakit ginjal.

Beberapa gejala penyakit ginjal lainnya antara lain yakni:

Kulit gatal, mual, sesak napas, pembengkakan, kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, sering buang air kecil, dan muntah.

Ilustrasi organ ginjal
Ilustrasi organ ginjal (Tribun Bali)

Baca juga: Kenali Bahaya dan Risiko Batu Ginjal, Cara Pengobatan dan Fakta tentang Mitos Minum Air Kelapa

2. Dehidrasi

Air adalah salah satu zat yang ditemukan dalam urine, jadi ketika Anda tidak cukup minum, itu bisa membuat urine Anda berbusa.

Ini menghasilkan busa karena lebih banyak zat diekskresikan dalam volume air yang lebih kecil.

Jika Anda melihat urine Anda berbusa, langkah pertama yang baik Anda lakukan adalah meningkatkan hidrasi untuk melihat apakah hal itu membantu.

Ilustrasi agar terhindar dari dehidrasi selama menyusui
Ilustrasi agar terhindar dari dehidrasi (freepik)

3. Anda memiliki kebiasaan minum obat pereda nyeri.

Jika Anda telah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas untuk sementara waktu dan urine Anda terlihat lebih berbusa dari biasanya, obat itu bisa menjadi penyebabnya.

Terkadang obat pereda nyeri tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi yang menyebabkan peradangan pada ginjal Anda.

Sebaiknya jangan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas untuk jangka waktu yang lama tanpa pengawasan medis.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved