Cegah Hepatitis Akut, Ajak Anak ke RS Saat Tunjukkan Gejala Awal
Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada 15 April 2022, menyatakan kasus Hepatitis Akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada 15 April 2022, menyatakan kasus Hepatitis Akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Per 21 April, tercatat 169 kasus yang dilaporkan pada 12 negara. Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.
17 anak di antaranya (10 persen) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.
Di sisi lain, tiga pasien anak telah dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut. Belum diketahui penyebabnya, tapi ketiga pasien anak tersebut meninggal dunia.
Baca juga: Mengapa Temuan Hepatitis Akut pada Anak Disebut Misterius? Satgas IDI Ungkap Alasannya
Walau belum diketahui penyebabnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua.
Hal ini disampaikan oleh Akselerasi Pencapaian Pencegahan Penularan Hepatitis B pada anak, Prof Dr dr Hanifah Oswari Sp A (K).
Pertama setiap orangtua perlu waspada. Bahwa kemunculan penyakit ini memang berbahaya. Tetapi dengan waspada, diharapkan tidak mendapatkan anak-anak dalam kondisi berat.
Baca juga: Update Kasus Hepatitis Akut: Sudah Diderita Hampir 300 Anak di Dunia, Para Ahli Selidiki Penyebabnya
Anak-anak yang mengalami Hepatitis bisa mendapatkan kondisi awal, lalu memberikan ruang pada dokter menolong pasien lebih banyak.
Kedua, orangtua perlu memahami beberapa gejala yang muncul. Pertama, adalah gejala pada saluran cerna. Orangtua harus waspada jika anak mengalami gejala seperti, diare, mual, muntah, sakit perut, atau demam ringan.
"Dan sudah memikirkan ada kemungkinan bisa mengarah ke Hepatitis akut berat. Bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Kamis (5/5/2022).
Dr Hanifa mengingatkan pada orangtua untuk jangan menunggu munculnya gejala kuning. Karena ini menunjukkan Hepatitis yang diderita sudah lebih berat.
Jika terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan, maka akan kehilangan momentum menolong lebih cepat. Apa lagi sudah terjadi penurunan kesadaran.
"Membuat dokter kesempatan menolong lebih sedikit lagi. Untuk menolong anak-anak kita terhindar dari kematian," tegasnya.
Oleh karena itu dibutuhkan adanya kerjasama antara pelayanan kesehatan dokter. Baik puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk bisa menemukan gejala dini. Serta segera memberikan pertolongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-hepatitis-pada-anak.jpg)