Kamis, 14 Mei 2026

Dokter Spesialis Kardiovaskular Kembangkan Terapi Sel Punca untuk Pemulihan Pasien Penyakit Jantung

Dokter kardiovaskular kembangkan terapi sel punca mesenkimal untuk bantu pemulihan fungsi jantung pasien pascaserangan akut

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/HO
PENYAKIT JANTUNG KORONER - Sidang terbuka promosi doktoral Dr. dr. Dede Moeswir, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu, (13/5/2026). Kasus penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia sehingga mendorong pengembangan terapi regeneratif baru dengan penelitian terapi sel punca mesenkimal untuk membantu pemulihan fungsi jantung pasien pasca serangan jantung akut hingga gagal jantung 

Ringkasan Berita:
  • Jantung koroner menyebabkan kematian tertinggi Indonesia, mendorong penelitian terapi sel punca mesenkimal regeneratif baru jantung.
  • Terapi reperfusi membuka pembuluh tersumbat, tetapi sebagian pasien tetap mengalami kerusakan otot jantung pascaserangan akut.
  • Terapi sel punca mesenkimal diharapkan memperbaiki fungsi jantung, meski penelitian lanjutan masih diperlukan untuk validasi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Hal ini mendorong pengembangan terapi regeneratif baru dengan penelitian terapi sel punca mesenkimal untuk membantu pemulihan fungsi jantung pasien pasca serangan jantung akut hingga gagal jantung. 

‎Dokter spesialis penyakit dalam Konsultan Kardiovaskular, Dr. dr. Dede Moeswir, mengungkapkan pasien serangan jantung akut umumnya mengalami gangguan dan penurunan fungsi jantungnya.

‎“Saat ini terapi utama yang dilakukan ialah membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat melalui tindakan intervensi koroner perkutan menggunakan kawat khusus, balon, dan pemasangan stent,” katanya usai sidang terbuka promosi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu, (13/5/2026).

‎Menurut dia, terapi reperfusi memang dapat menyelamatkan pasien. Namun, setelah serangan jantung akut, sebagian pasien tetap dapat mengalami kerusakan otot jantung hingga berujung gagal jantung meski telah mendapatkan terapi optimal.

Baca juga: Waspada Atrial Fibrilasi: Gangguan Irama Jantung yang Sering Tak Disadari, Namun Picu Stroke

‎Menurut dia, terapi reperfusi memang dapat menyelamatkan pasien. Namun, setelah serangan jantung akut, sebagian pasien tetap dapat mengalami kerusakan otot jantung hingga berujung gagal jantung meski telah mendapatkan terapi optimal.

‎“Dengan kondisi tersebut, saya mengembangkan penelitian terapi tambahan menggunakan sel punca mesenkimal sebagai terapi adjuvan bagi pasien pasca serangan jantung,” terangnya.

‎Ia menjelaskan, fokus penelitian diarahkan pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMA STE) yang telah menjalani intervensi koroner perkutan primer atau tindakan membuka sumbatan pembuluh darah jantung menggunakan kateter dan pemasangan stent.

‎“Tindakan membuka kembali aliran darah memang menjadi terapi utama untuk menyelamatkan pasien serangan jantung. Namun, sebagian pasien tetap berisiko mengalami kerusakan otot jantung akibat cedera reperfusi, peradangan, hingga gagal jantung meski telah mendapatkan penanganan optimal,” imbuhnya.

‎Dalam penelitian tersebut, sel punca diproduksi dan dimanfaatkan karena memiliki kemampuan berdiferensiasi atau berubah menjadi sel tertentu, termasuk sel otot jantung. Terapi ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kerusakan jaringan jantung akibat serangan jantung akut.

‎“Dengan pemberian terapi sel punca mesenkimal, diharapkan kerusakan otot jantung dapat dikurangi sehingga fungsi pompa jantung pasien membaik,” ujarnya.

‎Ia mengakui hasil penelitian menunjukkan terapi sel punca belum dapat memberikan perbaikan optimal dalam waktu singkat.

Pasalnya, proses pembentukan sel otot jantung baru membutuhkan waktu yang panjang sehingga penelitian lanjutan dengan masa pemantauan lebih lama masih diperlukan.

‎“Kami berharap terapi ini dapat membantu mengurangi ukuran kerusakan otot jantung dan memperbaiki fungsi pompa jantung pasien di masa depan,” tutup dr. Dede.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved