Rabu, 20 Mei 2026

Cermati Pertumbuhan Anak, Normal atau Ada Gangguan? Terapi Ini Bisa Mendeteksi

Deteksi kelainan pertumbuhan untuk perawakan pendek pada anak itu adalah makin cepat makin bagus

Tayang:
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pandemi corona hingga kini belum berakhir. Sementara itu, waktu terus bergulir, anak-anak akan bertambah usia. Sebagai orang tua harus memikirkan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah masalah pendidikan anak. Sebagai orangtua harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berikut tips memilih sekolah terbaik untuk anak seperti akreditasi sekolah, rekam jejak sekolah, jarak sekolah, sistim program belajar, dan lingkungan sekolah apalagi mencari sekolah di masa pandemi harus selektif. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

"Anak itu tumbuh karena lempengnya masih terbuka, lempeng pertumbuhan ini ada yang namanya bone age. Selama lempeng pertumbuhan masih terbuka, maka kita masih bisa tumbuh (tinggi)," papar dr. Frida.

Namun ia menekankan bahwa pendeteksian gangguan pertumbuhan ini hanya bisa dilihat jika mengukur berat dan tinggi badan anak tersebut pada plot dalam kurva pertumbuhan (growth chart).

Kemudian dilihat dari plot tinggi badan potensi genetiknya.

"Tapi kita hanya bisa mendeteksinya kalau kita ukur berat badan dan tinggi badan di plot dalam kurva, itu yang pertama. Yang kedua, plot tinggi badan potensi genetiknya ya," tutur dr. Frida.

dr. Frida lalu menyebutkan salah satu pasiennya yang datang pada usia yang tepat yakni 4 tahun.

Pada usia tersebut, tentu terapi yang diberikan akan menghasilkan tinggi badan yang optimal.

"Bahkan kemarin saya ada pasien umur 4 tahun, menurut saya orang tuanya sangat hebat sekali, anaknya pendek, dan itu saya sudah mulai terapi Growth Hormone. Biasanya 4 tahun ke atas sudah bisa mulai deteksi pakai plot kurva," pungkas dr. Frida.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved