Asam Amino Glutamat dalam Bumbu Umami Bantu Lansia Tingkatkan Kualitas Hidup

Asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) bisa meningkatkan selera makan lansia.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi para lansia yang masih sehat di hari tuanya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil analisa darah dan anthropometri pada sebuah study bertajuk Elderly Project menemukan, asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) bisa meningkatkan selera makan lansia.

Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lansia yang diantaranya terukur dari

Dr. Toto Sudargo, M.Kes, dosen di Departemen Gizi FK-KMK UGM mengatakan, faktor usia hormon-hormon pengatur selera makan pada lansia cenderung sudah menurun sehingga berpotensi menyebabkan lansia mengalami malnutrisi.

"Malnutrisi menunjukkan efek buruk yang dapat dialami pada sebagian besar lansia, yaitu kelemahan dan gangguan pada otot," kata Toto saat memaparkan hasil studi itu, Senin (6/6/2022).

Baca juga: Pentingnya Protein Hewani & 9 Asam Amino Esensial bagi Tumbuh Kembang Anak, Saatnya Cegah Malnutrisi

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak, dapat meningkatkan status gizi pada lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidupnya.

Penelitian menggunakan metode purposive sampling, dengan lokasi penelitian di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur - Yogyakarta, sejak Oktober 2021 – Januari 2022.

"Setelah diberikan program pemberian makanan yang mengadung asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah pada  lansia itu ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik  yaitu sebesar 52.9 % turun menjadi 23.5 % serta peningkatan pada kelompok normal dengan persentase yaitu 14.7 % naik menjadi 47.1 % ," katanya.

Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa menu rendah garam dalam program pemberian makan terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, yaitu SBP (Systolic Blood Pressure) dan DPB (Dyastolic Blood Pressure).

Sebelumnya, petugas dapur pada BPSTW Unit Abiyoso dan Budi Luhur telah diberikan edukasi tentang pentingnya diet garam terutama pada menu makanan lansia. 

Penurunan penggunaan garam yang dapat mengurangi kadar sodium, kemudian digantikan dengan produk Ajinomoto.

"Pemakaian garam dapur pada BPSTW Unit Abiyoso dan Budi Luhur yang telah diturunkan tidak membuat nafsu makan para lansia menurun, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa rasa makanan terbukti tetap enak walaupun tidak mengandung takaran garam sebanyak sebelumnya,” lanjutnya.

Selera makan lansia sebenarnya cenderung rendah karena berbagai faktor fisiologis dan psikologis, namun sebenarnya dapat diatasi dengan meningkatkan daya teima reseptor rasa melalui pengaturan keseimbangan rasa dasar (manis, asam, pahit, asin, dan Umami).

Grant Senjaya, Head of Public Relations Department PT Ajinomoto Indonesia mengatakan, study Elderly Project yang dilakukan bersama UGM diharapkan bisa  memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa pada usia lanjut pun masyarakat sangat bisa tetap meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup sehat.

"Caranya menjaga asupan makanan bergizi seimbang dan juga mengurangi asupan gula, garam, dan lemak,” ucap Grant Senjaya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved