Jumat, 8 Mei 2026

Gigi yang Tidak Rapi Picu Timbulkan Gangguan Bicara hingga Masalah Kesehatan

Drg Stephanie Adelia Susanto, menjelaskan, 4 dari 5 orang di Indonesia mengalami masalah gigi tidak rapi (maloklusi). 

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi gigi. Beberapa kasus maloklusi (posisi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal) ringan kerap diabaikan karena dianggap tidak terlihat secara kasat mata.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memiliki senyum sempurna dengan susunan gigi yang rapi belum menjadi prioritas bagi sebagian besar orang Indonesia. 

Beberapa kasus maloklusi (posisi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal) ringan kerap diabaikan karena dianggap tidak terlihat secara kasat mata. 

Padahal selain menimbulkan gangguan bicara, maloklusi bisa berdampak pada kesehatan seseorang.

Baca juga: Manfaat Teh Hitam untuk kesehatan, Tangkal Stres hingga Baik untuk Kesehatan Gigi dan mulut

Co-founder dan Chief Orthohontist Klar Smile Drg Stephanie Adelia Susanto, menjelaskan, 4 dari 5 orang di Indonesia mengalami masalah gigi tidak rapi (maloklusi). 

"Sayangnya, gigi tidak rapi masih sering diabaikan karena masyarakat Indonesia belum terlalu memahami dampak buruk yang bisa muncul dari gigi tidak rapi," kata dokter spesialis lulusan UGM ini dalam kegiatan di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2022).

Dokter yang kerap disapa Adel ini mengatakan, riset membuktikan gigi tidak rapi dapat meningkatkan resiko gigi berlubang secara signifikan dikarenakan plak gigi yang lebih mudah menempel dan lebih sulit untuk dibersihkan. 

Selain itu, gigi yang tidak rapi akan menyebabkan beban pengunyahan menjadi tidak seimbang, yang berakibat gigi menjadi lebih mudah pecah dan meningkatkan resiko ompong.

“Bagi kesehatan secara keseluruhan, gigi yang tidak rapi akan membuat proses pengunyahan terganggu, yang kemudian akan berdampak negatif terhadap asupan gizi," imbuh dia.

Selain itu, proses pengunyahan yang tidak optimal akan berdampak pada saluran pencernaan terutama lambung dan usus yang bekerja terlalu berat.

Riset juga membuktikan bahwa proses pengunyahan dapat menghasilkan sejumlah besar informasi sensorik pada otak, dan menjaga fungsi belajar dan mengingat sehingga jika disfungsi mastikasi ini dibiarkan, bisa berpotensi mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif seseorang.

Baca juga: 88 Persen Anak Indonesia Miliki Masalah Kesehatan Gigi

Orang dengan gigi tidak rapi sering merasa kurang percaya diri terhadap penampilan mereka sehingga aktivitas normal seperti tertawa di depan umum, bertemu dengan teman-teman dan membangun hubungan personal terbatasi. Tak dapat dipungkiri, rasa nyaman terhadap kondisi fisik turut mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, termasuk estetika gigi.

Bahkan menurut penelitian, dampak dari kondisi kesehatan gigi dan mulut pada kepuasan seseorang dengan penampilan mereka dapat mengakibatkan rasa malu di dalam lingkungan sosial dan penurunan psikososial . Teknologi aligner transparan hadir sebagai salah satu solusi merapikan gigi yang lebih estetik, nyaman, tidak mengganggu kesehatan sehari-hari dan juga efektif. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved