Virus Corona

Epidemiolog UI: Pandemi Terkendali, sudah Waktunya PPKM Dicabut

Sementara, untuk status pandemi Pandu menyebut masih diperlukan perencanaan yang matang dan bertahap

Screenshot
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), dr.Pandu Riono pada webinar yang diselenggarakan ILUNI UI, Rabu (27/1/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Epidemiolog FKM Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait Covid-19 sudah tidak diperlukan menyusul penularan Covid-19 di tanah air dalam fase terkendali.

Ia mengusulkan agar pemerintah menghentikan aturan tersebut.

"Jadi mau mengakhiri pandemi ini harus rencana dan bertahap. Saya usulkan pertama adalah cabut saja dulu PPKM dan tidak perlu diketatkan lagi. Artinya masyarakat silakan beraktivitas penuh," kata dia saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (20/9/2022).

Sementara, untuk status pandemi Pandu menyebut masih diperlukan perencanaan yang matang dan bertahap.

"Mulai perencanaan September. Oktober November Desember kalau setelah 3 bulan terus stabil ya sudah akhiri pandemi. Yang kita katakan adalah mengakhiri pandemi dengan mencabut PPKM," ungkap dia.

Baca juga: Penyesuaian Aturan Terbaru PPKM Level 1 dari Pemerintah

Salah satu fokus yang harus ditingkatkan adalah meningkatkan capaian vaksinasi booster terutama pada kelompok rentan seperti lansia.

"Jadi Indonesia sudah terkendali. Kalau sudah terkendali tidam usah dideklarasikan sudah berakhir. Kita persiapkan saja.

Saya sudah bilang kalau mau berakhir kelompok yang sangat beresiko seperti lansia itu semuanya sebaiknya sudah divaksinasi dengan Booster dengan lengkap. Jadi kita fokus pada kelompok-kelompok yang paling rentan," ungkap dia.

Dengan demikian, meski ada persepsi di masyarakat bahwa dengan berakhirnya pandemi maka tidak ada lagi yang sakit. Hal itu perlu diedukasi terus menerus.

"Ada komunikasi risiko yang disampaikan pemerintah ke masyarakat.

Saat dicabut status kedaruratan kesehatan masyarakatnya maka udah nggak ada lagi kewajiban vaksin gratis tapi masyarkat sadar bahwa penularan masih ada dan makai masker masih penting yang harusnya disampaikan mulai sekarang," harap akademisi UI ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved