Anak Harus Tiga Kali Suntik Imunisasi Campak Rubella, Ini Penjelasan Dokter Anak
Imunisasi campak rubella diberikan pada anak di usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD (sekitar usia 7 tahun).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak semua orang tua tahu, seorang anak yang mengikuti program imunisasi campak-rubella sesuai anjuran Kementerian Kesehatan akan mendapat tiga dosis vaksin.
Yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD (sekitar usia 7 tahun). Tiga kali suntikan ini bukan tanpa alasan.
Ketua Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof DR dr. Harono Gunardi, SpA, Subs TKPS(K) mengungkapkan vaksin pertama memang bisa membentuk antibodi, namun kadarnya akan menurun seiring waktu.
Baca juga: Kemenkes: 46 Wilayah di Indonesia KLB Campak di 2025, Berikut Sebarannya
Ketika vaksin kedua diberikan, tubuh anak merespons lebih cepat dengan antibodi yang jauh lebih tinggi dan bertahan lebih lama.
Dosis ketiga memperkuat perlindungan jangka panjang.
“Ini menerangkan mengapa anak-anak tersebut perlu mendapatkan 2 atau 3 vaksin campak, agar perlindungannya dapat berlangsung jangka panjang,” jelas dr Harsono pada diskusi media virtual, Rabu (27/8/2025).
Efektivitas Terbukti Turunkan Kasus 99 Persen
Fakta sejarah membuktikan, sebelum imunisasi campak digalakkan, Indonesia mencatat lebih dari 530 ribu kasus per tahun.
Setelah program imunisasi berjalan, jumlahnya tinggal 122 kasus saja, turun lebih dari 99 persen.
“Jadi ini salah satu bukti bahwa vaksin campak sangat efektif dalam mengurangi penyakit campak,” ujarnya.
Sebagian orang tua masih khawatir soal efek samping.
Padahal, data menunjukkan efek samping vaksin MR umumnya ringan, hanya 5–15 persen anak yang mengalami demam ringan, sekitar 2 persen mengalami ruam, dan 3 persen mengeluh nyeri sendi sementara.
“Artinya dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan,” tegasnya.
Imunisasi bukan hanya soal jarum suntik, tetapi bentuk kasih sayang orang tua dalam melindungi masa depan anak.
Dengan cakupan vaksinasi yang lengkap, generasi penerus Indonesia bisa tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit lama yang mestinya tak lagi jadi ancaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antisipasi-campak-dinkes-malang-melakukan-imunisasi-balita_20230202_134335.jpg)