PIK PDPI: Permasalah Kesehatan Paru-Paru Perlu Jadi Perhatian

Misalnya, negara Indonesia saat ini pun menduduki peringkat ke tiga di dunia dalam jumlah kasus penyakit Tuberkulosis.

Editor: Daryono
Istimewa
Pertemuan Ilmiah Khusus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 'Strategy for Emergency Diseases : Key Role For Lung Herath di Jakarta, Sabtu (23/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan kesehatan paru-paru masih menjadi hal yang penting dan perlu menjadi perhatian bagi masyarakat serta para pemangku kebijakan.

Terlebih lagi jumlah tenaga kesehatan masih terbatas.

Ada banyak persoalan gangguan kesehatan pada paru-paru di Indonesia.

Misalnya, negara Indonesia saat ini pun menduduki peringkat ke tiga di dunia dalam jumlah kasus penyakit Tuberkulosis.

Baca juga: 33 Persen Pasien Alami Long Covid-19, Begini Tanggapan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Jumlah penyakit kanker paru di Indonesia pun terus meningkat selama beberapa tahun terakhir seiring dengan peningkatan jumlah perokok secara nasional.

Lebih lanjut, keberadaan pandemi COVID-19 juga merupakan masalah kesehatan paru-paru.

Sayangnya, jumlah tenaga kesehatan, khususnya pada dokter paru-paru belum mencukupi jumlah penduduk Indonesia.

Kebutuhan rasio tenaga kesehatan di Indonesia adalah 1:100 ribu penduduk. Yang memiliki populasi sekitar 273 juta jiwa per tahun 2021.

Hal ini pula yang disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K)s.

"Indonesia masih kekurangan sekitar 1.200 orang dokter paru. Ke depannya diharapkan dengan dibukanya beberapa pusat pendidikan dokter paru akan dapat memenuhi kebutuhan ini," ungkapnya dalam acara pertemuan Ilmiah Khusus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 'Strategy for Emergency Diseases : Key Role For Lung Herath di Jakarta, Sabtu (23/9/2022).

Baca juga: Vaksin Viral Vektor dan mRNA sebagai Booster untuk Tangkal Omicron, Ini Kata Dokter Paru

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PDPI mengadakan kegiatan seminar ilmiah yang dinamakan Pertemuan limiah Khusus (PIK) tahun 2022.

Kegiatan ilmiah ini merupakan pertemuan ilmiah yang digelar secara hybrid.

Pertama kali acara dilakukan semenjak pandemi COVID-19.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved