Jumat, 5 Juni 2026

Stunting di Indonesia

Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk, Mulai dari Ciri-ciri, Penyebab, dan Dampak

Perbedaan stunting dan gizi buruk, mulai dari ciri-ciri, penyebab, dan dampak. Berikut ini cara mencegah stunting pada ibu hamil dan anak.

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi anak sehat - Berikut ini perbedaan stunting dan gizi buruk. Simak cara mencegah stunting pada ibu hamil dan anak. 

3. Dampak

Ilustrasi anak cegah Stunting
Ilustrasi anak. (freepik)

Baca juga: Apa Itu Stunting? Gangguan Pertumbuhan pada Anak akibat Kurang Gizi

Anak dengan gizi buruk akan mudah mengalami infeksi karena kekebalan tubuhnya rendah.

Selain itu, anak dengan gizi buruk juga memiliki intelligence quotient (IQ) atau tingkat kecerdasan rendah.

Gizi buruk yang terjadi dalam jangka panjang dapat mengakibatkan pertumbuhan anak berhenti sebelum waktunya.

Lebih buruk lagi, gizi buruk dalam jangka panjang akan menyebabkan anak kurus dan stunting.

Sedangkan stunting pada anak akan berdampak pada gangguan metabolisme, rendahnya kekebalan tubuh, dan ukuran fisik tubuh yang tidak optimal.

4. Perbandingan badan

Anak yang mengalami stunting diukur dari perbandingan tinggi badan dengan usia.

Sedangkan gizi buruk berlangsung dalam waktu yang lebih singkat.

Cara Cegah Stunting:

Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil (Pixabay)

Baca juga: Cegah Stunting Melalui Penambahan Gizi Balita, Cukup Dua Telur hingga Emak-emak Semringah

- Memenuhi nutrisi dan gizi anak pada masa 1.000 hari pertama anak

- Konsumsi protein sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan

- Anak yang mendapat asupan protein 15 persen dari total asupan kalori yang dibutuhkan terbukti memiliki badan lebih tinggi dibanding anak dengan asupan protein 7,5 persen dari total asupan kalori

- Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan

- Anak usia 1 – 3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan

- Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan

- Memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala

- Mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD)

- Memberikan MPASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Stunting

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved