Sabtu, 30 Agustus 2025

Disinformasi Dampak BPA, Ahli: Perlu Penelitian Lebih Lanjut

Ahli kanker dari RSCM, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa BPA secara langsung menyebabkan kanker. 

Shutterstock
BPA banyak dipakai dalam berbagai jenis kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng dan plastik, karena dapat menghasilkan polimer plastik dengan ketahanan tinggi yang banyak dibutuhkan dalam keseharian. 

Ahli kanker dari RSCM, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa BPA secara langsung menyebabkan kanker. 

Menurutnya, penelitian-penelitian mengenai BPA sebagai pemicu kanker belum memberikan hasil konklusif.  Terlebih, sebagian besar penelitian BPA tersebut dilakukan pada hewan, sehingga tidak dapat langsung diterapkan pada manusia.

Terkait regulasi terbaru yang mewajibkan label 'BPA Free', Prof Akhmad mengingatkan agar konsumen bisa lebih teliti. 

"Tanda-tanda itu (BPA Free) bisa tidak mendidik. Sebenarnya yang dilarang oleh BPOM bahan berbahaya itu banyak, puluhan. Harusnya cukup dengan label BPOM bisa menjamin semuanya itu aman, jangan ditulis satu-persatu," tandas Prof Akhmad.

Ia menjelaskan bahwa setiap jenis plastik mengandung bahan kimia tertentu yang tidak lebih aman dari BPA. Karena itu, label 'BPA Free' tidak menjamin kemasan plastik bebas dari bahan kimia lain jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. (***Fitrah***)

Baca juga: BRIN dan Danone-Aqua Perluas Kerja Sama Perhitungan Dampak Konservasi Air

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan