Disinformasi Dampak BPA, Ahli: Perlu Penelitian Lebih Lanjut
Ahli kanker dari RSCM, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa BPA secara langsung menyebabkan kanker.
Penulis:
Muhammad Fitrah Habibullah
Editor:
Anniza Kemala
Ahli kanker dari RSCM, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa BPA secara langsung menyebabkan kanker.
Menurutnya, penelitian-penelitian mengenai BPA sebagai pemicu kanker belum memberikan hasil konklusif. Terlebih, sebagian besar penelitian BPA tersebut dilakukan pada hewan, sehingga tidak dapat langsung diterapkan pada manusia.
Terkait regulasi terbaru yang mewajibkan label 'BPA Free', Prof Akhmad mengingatkan agar konsumen bisa lebih teliti.
"Tanda-tanda itu (BPA Free) bisa tidak mendidik. Sebenarnya yang dilarang oleh BPOM bahan berbahaya itu banyak, puluhan. Harusnya cukup dengan label BPOM bisa menjamin semuanya itu aman, jangan ditulis satu-persatu," tandas Prof Akhmad.
Ia menjelaskan bahwa setiap jenis plastik mengandung bahan kimia tertentu yang tidak lebih aman dari BPA. Karena itu, label 'BPA Free' tidak menjamin kemasan plastik bebas dari bahan kimia lain jika kadarnya melebihi batas yang ditetapkan. (***Fitrah***)
Baca juga: BRIN dan Danone-Aqua Perluas Kerja Sama Perhitungan Dampak Konservasi Air
Dari Phising hingga Undian Bodong, Kenali Modus Penipuan di Era Digital |
![]() |
---|
Feni Rose Cerita soal Polder System, Adaptasi Teknologi Belanda untuk Cegah Banjir di PIK 2 |
![]() |
---|
Suka Belanja Online? Cek Iklan Terbaru Shopee untuk Belanja Lebih Hemat dan Lebih Cepat! |
![]() |
---|
Ganula Tanpa Batas Masa Pakai, Berpotensi Rugikan Kesehatan Publik |
![]() |
---|
Beredar Ganula, Galon Lanjut Usia tanpa Regulasi Usia Pakai, KKI: Konsumen Terancam BPA |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.