Minggu, 31 Mei 2026

Deteksi Dini Kanker Payudara Kaum Perempuan Harus Lakukan Sadanis dan Sadari

Kaum hawa bisa melihat dan meraba payudara sendiri guna mendeteksi apabila terdapat perubahan bentuk pada payudara.

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: willy Widianto
DOK. Tribun Bali
Waspada kanker payudara, ketahui cara pencegahannya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama.

Baca juga: Pasien Kanker Payudara Jangan Sampai Kena Mental, Keluarga Harus Beri Dukungan

Melansir laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, data Globocan tahun 2020 menunjukkan jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6 persen) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.

Perwakilan program Selangkah (Semangat Melawan Kanker) Siloam, dr. Vera Nevyta Tarigan, SpRad (K) PRP menekankan pentingnya pemeriksaan payudara secara rutin melalui metode Sadari (Periksa Payudara Sendiri) dan Sadanis (Periksa Payudara Klinis oleh Dokter).

Baca juga: Puput Novel Meninggal Dunia Akibat Kanker Payudara, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini HER2

Para kaum hawa bisa melihat dan meraba payudara sendiri guna mendeteksi apabila terdapat perubahan bentuk pada payudara.

Pemeriksaan Sadari ini juga dapat dilakukan ketika mandi, busa sabun dapat mempermudah pada saat meraba payudara.

Dengan metode ini, bisa mendeteksi secara awal, apakah terdapat benjolan atau perubahan bentuk pada payudara, atau kelainan lain, misalnya, cairan yang tidak normal keluar dari puting.

Baca juga: Lima Gejala Kanker Payudara Seperti yang Dialami Puput Novel, Curigai Jika Terjadi Perubahan Kulit

Vera juga mengingatkan peserta menjalani Sadanis, supaya tidak takut melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi kesehatan payudara mereka aman dari tumor atau kanker.

Baca juga: Rerie: Waspadai Kanker Payudara pada Kehamilan demi Wujudkan Kesehatan Ibu dan Anak

Hal itu ditekankan Vera dalam peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara Dunia dan HUT ke-72 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari. Bhayangkari Polda NTB bekerja sama dengan Program Selangkah by Siloam dan Remidi Medical Services menggelar pemeriksaan deteksi dini kanker payudara pada 8-9 Oktober 2024 di Gedung Sasana Dharma Polda NTB yang dihadiri ratusan peserta.

Baca juga: Sahabat Tidak Tahu Puput Novel Idap Kanker Payudara

Senada, dalam sambutannya, Ketua Bhayangkari Daerah NTB Santi Hadi Gunawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut, sebagai langkah penting dalam upaya menekan angka kematian akibat kanker payudara melalui deteksi dini.

“Pentingnya kesadaran akan pemeriksaan dini untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih parah,” ujar Santi dalam keterangannya yang diterima, Kamis(10/10/2024).

Baca juga: WHO Rilis 1,8 Miliar Orang Berisiko Kena Penyakit karena Kurang Gerak: Stroke hingga Kanker Payudara

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga pemeriksaan screening kanker payudara yang menyasar peserta dari Bhayangkari Polda NTB, pejabat utama Polda NTB, Polwan Polda NTB, serta masyarakat sekitar.

Pada kesempatan lain, perwakilan dari Remidi Medical Services, dr. Rheza Maulana Syahputra, BMedSc (Hons), SH, MM, MARS, yang juga tergabung dalam tim medis Program Selangkah by Siloam, menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran Polda NTB serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara tersebut.

Baca juga: Pemerintah Luncurkan Rencana Nasional Penanganan Kanker, Menteri Budi Gunadi: Kanker Bisa Diobati

"Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi amal ibadah bagi kita semua," kata Rheza. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved