Selasa, 5 Mei 2026

Mengapa Pasien Kanker Sering Nyeri? Ini Penjelasannya

Nyeri dapat mengganggu fisiologi dan psikologis, bahkan penurunan kualitas hidup.

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Spesialis anastesiologi dan terapi intensif dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr. I Gusti Ngurah Akwila Dwi Yundha, Sp.An-TI, FIP mengungkapkan, penyebab banyak pasien kanker sering mengalami nyeri.

Nyeri dapat mengganggu fisiologi dan psikologis, bahkan penurunan kualitas hidup.

Karena manajemen nyeri yang tepat sangat dibutuhkan.

“Nyeri itu bentuk ketidaknyamanan, baik sensori maupun emosional, yang berhubungan
dengan risiko atau adanya kerusakan jaringan tubuh,” ujar dia dalam media briefing baru-baru ini.

Ia menerangkan, lebih dari 50 persen pengidap kanker stadium awal hingga stadium menegah mengalami nyeri selama perjalanan penyakit kanker mereka.

Sedangkan 90 persen pengidap kanker mengalami nyeri selama perjalanan penyakitnya.

Apa penyebabnya? Nyeri pada pengidap kanker dapat berasal dari:

1. Sel kanker

Sel-sel abnormal tumbuh dan merusak jaringan di sekitarnya. Sel ganas yang terus membesar
juga dapat menyebabkan tekanan pada saraf, tulang, atau organ sehingga menimbulkan rasa
nyeri.

Kanker yang sudah menyebar ke organ lain seperti tulang, juga dapat menimbulkan rasa
nyeri luar biasa.

2. Efek samping pengobatan

Nyeri dapat muncul akibat efek samping pengobatan kanker seperti kemoterapi, radiasi,
pembedahan, dan konsumsi obat-obatan.

Meski dapat membunuh sel kanker, terapi kanker juga dapat menimbulkan efek samping berupa munculnya nyeri kanker.

Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan pada saraf di sekitar lokasi tumbuhnya sel kanker.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved