Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Lemahkan Otot hingga Pikun
Duduk lebih dari 15 menit dalam satu sesi sudah meningkatkan risiko kematian, dibandingkan duduk kurang dari 10 menit per sesi duduk.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Duduk terlalu lama bisa memicu masalah kesehatan serius.
Tak hanya bikin badan pegal, mager (malas gerak) tingkatkan risiko kematian dini.
Hal ini diungkapkan oleh Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Widya Eka Nugraha, MSiMed.
Baca juga: Pakar Sebut Olahraga Pilates Bisa Perbaiki Struktur Tubuh Pekerja Kantoran yang Kelamaan Duduk
“Gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle) atau yang biasa disebut mager berbeda dengan inaktivitas fisik biasa. Ini adalah kondisi ketika seseorang bahkan tidak melakukan aktivitas ringan,” jelas dr Widya.
Studi terbaru menunjukkan, duduk lebih dari 15 menit dalam satu sesi sudah meningkatkan risiko kematian, dibandingkan duduk kurang dari 10 menit per sesi duduk.
Orang yang rutin olahraga pun tetap berisiko jika duduk terlalu lama tanpa jeda.
Maka dari itu, seseorang yang duduk lebih dari 1 jam per sesi tetap meningkatkan risiko kematian.
“Harus jeda aktivitas duduk dengan gerakan ringan seperti berdiri dan berjalan (brisk walk) sebentar,” tuturnya.
Aktivitas fisik bisa diukur lewat satuan METs (metabolic equivalents).
Jika suatu aktivitas memiliki nilai METs kurang dari atau sama dengan 1,5, maka tergolong aktivitas sedentary (lembam).
Contohnya yakni, duduk, rebahan, atau menonton TV tanpa gerak.
“Seseorang disebut punya gaya hidup sedenter kalau lebih dari 50 persen waktu bangunnya (± 6 jam) dihabiskan hanya untuk duduk atau aktivitas sejenis,” jelasnya.
Duduk dalam waktu lama menyebabkan rendahnya METs sehingga metabolisme tubuh menjadi tidak terlalu aktif.
Baca juga: Komitmen Ayu Widyaningrum Atasi Tantangan Kesehatan Perempuan yang Berdampak Penuaan Dini
Selain itu, duduk terlalu lama juga menyebabkan otot-otot tubuh melemah dan mengurangi massanya.
| Akademisi Ingatkan Pemerintah: Kenaikan Cukai Bisa Picu Dampak Berantai |
|
|---|
| Batasi Konsumsi Gula Harian Anak dan Remaja, Ini Kata Ahli Gizi IPB |
|
|---|
| Hadapi Krisis Iklim, Ahli: Konsep Blue Food Bakal Hasilkan Pangan Bebas Emisi |
|
|---|
| Pekerja Shift Malam Berisiko Alami Penyakit Jantung dan Pembekuan Darah, Hindari Makan Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-duduk-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.