Jangan Lengah, Pahami 5 Bahaya Sinar Ultraviolet bagi Kulit
Bahaya sinar ultraviolet (UV) bagi kulit tidak boleh diabaikan. Ini bisa saja menyebabkan iritasi kulit, kulit terbakar, hingga kanker kulit.
Pada kasus yang parah, sunburn bahkan dapat membuat kulit menjadi melepuh atau mengelupas.
2. Hiperpigmentasi
Kulit yang menjadi lebih gelap dari warna sekitarnya (hiperpigmentasi) dapat dipicu oleh paparan sinar UV.
Sinar UV merangsang produksi melanin secara berlebihan, terutama jika kulit sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan.
3. Penuaan Dini
Bahaya sinar UV bagi kulit yang berikutnya adalah mempercepat proses penuaan kulit.
Sinar ini merusak kolagen dan elastin, yaitu dua protein penting untuk menjaga kulit tetap kencang dan elastis.
Akibatnya, muncul tanda penuaan dini, seperti garis maupun kerutan halus, keriput, serta kulit tampak kusam dan kendur meski usia masih relatif muda.
4. Penurunan Imunitas Kulit
Paparan sinar UV berlebih yang merusak sel kulit, juga membuat lapisan pelindung terluar tubuh ini terganggu.
Akibatnya, fungsi pelindung alami kulit terhadap zat asing atau mikroorganisme juga dapat menurun, membuat kulit mudah teriritasi atau mengalami reaksi alergi.
Dalam jangka panjang, kerusakan kulit ini dapat menyebabkan gangguan pada penyembuhan luka kulit.
5. Kanker Kulit
Paparan sinar UV secara terus-menerus dan tanpa perlindungan dapat merusak DNA sel-sel kulit.
Jika kerusakan ini terus terjadi, maka berisiko memicu pertumbuhan sel abnormal yang berujung pada kanker kulit.
Jenis kanker kulit yang berisiko muncul akibat sinar UV antara lain karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.
Tips Melindungi Kulit dari Paparan Sinar UV Berlebih
Paparan sinar matahari dan radiasi sinar ultraviolet memang tak bisa dihindari sepenuhnya, apalagi di negara tropis seperti Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/paparan-sinar-ultraviolet-uv-di-kulit-kita-bisa-mengakibatkan.jpg)