Jam Tidur Berantakan Rentan Alami Nyeri Kepala Belakang dan Migrain
Pola tidur yang kacau dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah kecil (kapiler) di kepala, yang kemudian menimbulkan rasa nyeri hebat.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sakit kepala yang datang secara tiba-tiba kerap mengganggu aktivitas harian.
Salah satu pemicunya adalah pola tidur yang tidak teratur atau kurang tidur, sebagaimana dijelaskan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi di kanal YouTubenya.
Dokter Tirta menyebutkan gangguan tidur bisa menyebabkan dua jenis sakit kepala, yaitu Tension Type Headache (TTH) dan migrain.
"Orang yang jam tidurnya kacau itu biasa akan rentan mengalami yang namanya ada dua, TTH dan migrain," kata dr. Tirta, dikutip Tribunnews, Selasa (8/7/2025).
Baca juga: 10 Manfaat Minum Air Rebusan Daun Sirih, Atasi Sakit Kepala hingga Menurunkan Gula Darah
Ia menjelaskan, TTH merupakan nyeri kepala yang terasa di bagian belakang hingga menjalar ke leher, dan berbeda dengan sensasi pusing.
"Pusing itu berputar, nyeri itu sakit. Yang kedua migrain," ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Tirta mengungkap pola tidur yang kacau dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah kecil (kapiler) di kepala, yang kemudian menimbulkan rasa nyeri hebat.
"Di otak dan kepala kita itu pembuluh darahnya sangat banyak dan tidak hanya besar-besar, tapi ada yang kecil-kecil, namanya pembuluh darah kapiler," jelasnya.
"Kalau pola tidur kalian berantakan, maka pembuluh darah kapiler ini bisa menyempit dan menyebabkan nyeri hebat," lanjutnya.
Namun, ia menambahkan tidak semua orang dengan jam tidur tidak biasa akan langsung merasakan nyeri kepala.
Contohnya adalah para pekerja malam yang sudah terbiasa dengan ritme kerja dan pola tidur tersebut.
"Orang yang kerja shift malam nggak pernah nyeri karena dia sudah terbiasa. Misalnya dia tidur jam 4 pagi, bangun jam 9 karena kerjaannya," ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan perubahan mendadak pada pola tidur seperti saat bepergian atau saat sahur di bulan puasa bisa memicu sakit kepala, karena tubuh belum sempat beradaptasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pola-tidur-tidak-teratur-mempengaruhi-kesehatan_20151124_162024.jpg)