Alami Penyumbatan Jantung, Pilih Pasang Ring ‘Stent’ atau DCB?, Berikut Penjelasan Ahli
Penyakit jantung kini tidak mengenal usia, tua dan muda bisa mengalami diantaranya adalah penyumbatan jantung atau biasa disebut jantung koroner.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit jantung kini tidak mengenal usia, tua dan muda bisa mengalami diantaranya adalah penyumbatan jantung atau biasa disebut jantung koroner.
Kondisi ini terjadi ketika ada plak di dinding pembuluh darah jantung.
Baca juga: Pengalaman Ersa Mayori Medical Check Up Jantung, Ubah Cara Pandang Berkait Kesehatan
Plak umumnya terbentuk dari kolesterol, lemak, kalsium, hingga sisa metabolisme.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Konsultan Jantung Intervensi Heart dan Vascular Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, Prof. dr. Dasaad Mulijono menuturkan, penyakit jantung itu memang genetik atau bisa diturunkan.
Namun pengaruh lingkungan atau gaya hidup 4 kali lebih besar menyebabkan penyakit jantung.
“Merokok, stress, kurang tidur, makan lemak tinggi, siap saji dan lainnya, itu mempercepat orang terkena penyakit jantung,” ujar saat berbincang di kawasan Tangerang, Kamis (17/7).
Prof Dasaad mengatakan, penyumbatan jantung tidak disertai gejala yang khas atau spesifik bahkan tanpa gejala. Gejalanya bisa berupa nyeri dada, mudah lelah hingga sesak nafas.
Gangguan jantung ini memiliki progres yang sangat lama sampai tubuh bisa beradaptasi.
Karena itu penting, untuk memeriksa kesehatan rutin bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
“Kalau bapak ibunya punya riwayat jantung koroner, anaknya usia 30 – 35 tahun rajin cek jantung. Kemudian orang yang sadar punya gaya hidup tidak sehat juga harus rutin periksa kesehatan. Apalagi mereka yang punya kolesterol tinggi dan hipertensi,” ungkap dia.
Cara Mengobati Sumbatan Jantung
Ada beberapa metode untuk mengatasi penyumbatan jantung ini, seperti pasang stent ‘ring hingga DCB (drug Coated Balloon).
Ia menekankan, seseorang yang memiliki sumbatan jantung tidak bisa sembuh total, namun gejalanya bisa dikurangi atau terkontrol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemasangan-ring-jantung-pada-pasien-penyakit-jantung-koroner-dengan-teknologi-ivus.jpg)