Minggu, 19 April 2026

Layanan Kesehatan Terintegrasi Jadi Penopang Produktivitas Pekerja Migas

Menjaga kesehatan pekerja migas sama artinya dengan menjaga ketahanan energi dan stabilitas fiskal negara.

|
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
Istimewa
LAYANAN KESEHATAN TERINTEGRASI - Direktur Utama Medika Plaza, Johandi Kumaheri (kiri) dan Presiden Direktur dan CEO RS Brawijaya, Devin Wirawan (tengah) usai penandatangan kerjasama pelayanan kesehatan bagi pekerja minyak dan gas di Tangerang Banten belum lama ini.  Johandi Kumaheri, menjelaskan bahwa gangguan kesehatan pada pekerja migas dapat berdampak langsung pada produktivitas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Karyawan sektor minyak dan gas bumi (migas) memegang peran strategis yang jauh melampaui pekerjaan teknis di lapangan.

Di balik angka produksi dan laporan keuangan, kesehatan mereka menjadi salah satu penentu stabilitas energi dan perekonomian nasional.

Direktur Utama Medika Plaza, Johandi Kumaheri, menjelaskan bahwa gangguan kesehatan pada pekerja migas dapat berdampak langsung pada produktivitas.

Baca juga: Wamen PPPA: Cek Kesehatan Gratis Cegah Potensi Gangguan Kesehatan Sejak Dini 

Salah satu indikatornya adalah lifting minyak—volume minyak mentah yang berhasil diproduksi.

“Penurunan lifting bukan sekadar angka di laporan produksi, tetapi juga potensi berkurangnya penerimaan negara. Konsekuensinya, beban APBN meningkat akibat bertambahnya pengeluaran untuk impor energi,” ujarnya di sela penandatanganan kemitraan dengan RS Brawijaya yang diwakili CEO RS Brawijaya, Devin Wirawan di Jakarta belum lama ini.

Kolaborasi ini akan menghadirkan sistem layanan terintegrasi dan seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga pascaperawatan, dikelola secara digital dan terhubung dengan baik.

Menurut Johandi, menjaga kesehatan pekerja migas sama artinya dengan menjaga ketahanan energi dan stabilitas fiskal negara.

Kesadaran akan peran strategis inilah yang membuat karyawan migas umumnya memperoleh kompensasi dan fasilitas kesehatan yang relatif lebih baik dibanding sektor lain.

“Bukan semata bentuk apresiasi, tetapi kebutuhan mendesak untuk memastikan kesiapan fisik dan mental pekerja yang sering ditempatkan di wilayah terpencil (remote area)," katanya.

Sehingga, kata dia pemeriksaan kesehatan rutin, akses ke rumah sakit rujukan nasional, hingga jaminan perawatan darurat menjadi standar yang harus dipenuhi.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved