Cara Mudah Mengenali Tanda Awal Gangguan Kesehatan Mental
Di tengah tekanan hidup modern yang semakin kompleks, banyak orang sulit membedakan antara stres biasa dan tanda awal gangguan mental.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah tekanan hidup modern yang semakin kompleks, banyak orang sulit membedakan antara stres biasa dan tanda awal gangguan mental.
Padahal, kemampuan mengenali gejala sejak dini bisa menjadi penyelamat.
Baca juga: Masalah Kesehatan Mental Dijamin BPJS Kesehatan, Beban Tertinggi Diagnosis Skizofrenia Rp 3,5 T
Menurut spesialis kedokteran jiwa dari Rumah Sakit Dr. Soeharto Heerdjan Dr. Hilda Marsela, Sp.KJ,, ada cara sederhana untuk mengenali perubahan pada kesehatan mental seseorang.
Ia menyebutnya sebagai konsep 3P yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku.
“Ketika kita ada perubahan dalam pikiran, misalnya sulit konsentrasi, pikiran negatif terus-menerus, atau muncul keyakinan yang tidak wajar itu tanda pertama,” jelas dr. Hilda pada talkshow kesehatan virus yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Jumat (10/10/2025).
Perubahan berikutnya muncul pada perasaan.
Baca juga: 20 Persen Remaja Indonesia Kesepian, Berisiko Punya Masalah Kesehatan Mental Saat Dewasa
Seseorang mulai merasa sedih berkepanjangan, cemas berlebihan, mudah marah, atau kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukai.
Sedangkan dari sisi perilaku, tanda-tandanya bisa berupa menarik diri dari lingkungan sosial, mengurung diri di rumah, atau muncul perilaku berisiko seperti melukai diri sendiri.
“Yang kedua adalah fungsi hariannya terganggu. Misalnya performa kerja menurun, hubungan sosial rusak, atau jadi malas merawat diri, bahkan malas mandi,” kata dr. Hilda.
Jangan Sepelekan Perubahan Kecil
Perubahan kecil yang diabaikan bisa menjadi sinyal awal gangguan jiwa.
Banyak orang tidak sadar karena terbiasa menormalisasi stres dengan alasan “lagi capek kerja” atau “lagi banyak pikiran”.
Padahal, jika kondisi itu berlangsung lebih dari dua minggu, perlu perhatian serius.
Stres berkepanjangan dapat mengganggu sistem hormon dan memicu berbagai penyakit fisik, seperti tekanan darah tinggi hingga autoimun.
“Kalau stres ini terus-menerus ada, gejala yang dirasakan menetap, dan lama-kelamaan bisa berkembang menjadi gangguan jiwa,” jelas dr. Hilda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kesehatan-mentallll.jpg)