Jangan Pakai Sepatu Baru Saat Lomba Lari, Ini Alasannya
Sepatu baru saat lomba bisa bikin cedera. Dokter RSUI ungkap alasannya dan tips agar lari tetap aman.
Ringkasan Utama
Menggunakan sepatu baru saat lomba lari bisa berisiko menyebabkan cedera. Dokter olahraga RSUI menyarankan pelari memakai sepatu yang sudah teruji saat latihan. Adaptasi kaki, waktu penggantian, dan hidrasi menjadi kunci agar lari tetap aman dan menyenangkan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sepatu sering kali dianggap pelengkap saat berolahraga, terutama lari. Namun, menurut pakar kedokteran olahraga, sepatu justru bisa menjadi faktor penentu kenyamanan bahkan penyebab cedera bila salah dipilih.
Hal ini ditegaskan oleh Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO., Subsp.APK(K), MARS, Dokter Subspesialis Kedokteran Olahraga RS Universitas Indonesia (RSUI) sekaligus Sekretaris Program Studi Spesialis Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI.
“Nah, sementara yang namanya berlari itu kan bukan kayak pesta atau fashion show yang justru pada saat hari-H, biasanya kan kita pakai yang paling baru, paling bagus begitu. Ini justru sebaliknya, justru enggak boleh,” jelas Dr. Listya dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, tubuh—terutama kaki—perlu adaptasi dengan sepatu yang digunakan.
Sepatu yang dipakai saat lomba sebaiknya adalah sepatu yang sudah digunakan selama latihan.
“Justru yang dipakai pada saat latihan lah yang harus dipakai ketika hari H-nya itu. Kenapa? Karena tubuh kita sudah teradaptasi. Kaki kita sudah beradaptasi dengan training-nya,” lanjutnya.
Dr. Listya juga menekankan pentingnya waktu penggantian sepatu.
Idealnya, pergantian dilakukan minimal 3–4 bulan sebelum hari lomba agar tubuh punya waktu cukup untuk menyesuaikan diri.
Cedera yang umum terjadi akibat sepatu baru antara lain nyeri kaki, lecet, plantar fasciitis, hingga cedera lutut. Semua ini bisa menghambat performa bahkan menggagalkan rencana finish.
Baca juga: Waspadai Nyeri Dada Saat Lari, Kenali Sebab dan Cara Mengatasinya
Di pasaran, banyak sepatu olahraga dengan klaim teknologi canggih. Namun, tidak semua sepatu cocok untuk semua orang.
Bentuk kaki tiap individu berbeda, bahkan ukuran kaki kiri dan kanan bisa sedikit berbeda.
“Sepatu itu kan dengan judul ini itu kan adalah claim, ya. Tapi, yang diklaim itu, apakah memang sesuai dengan kita? Nah, itu mesti dicoba juga. Jadi, harus dicoba,” ujar Dr. Listya.
Ia tidak menyarankan membeli sepatu lari secara online tanpa mencobanya terlebih dahulu. Risiko sepatu tidak pas justru lebih besar.
Selain sepatu, Dr. Listya juga mengingatkan pentingnya menjaga hidrasi tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seorang-pelari-mengikat-tali-sepatu-sebelum-memulai-latihan-di-ruang-terbuka.jpg)