Polio Masih Jadi Ancaman, Besok Dua Ribu Orang Serentak Kampanye Together We End Polio
Indonesia memang telah menyatakan bebas polio sejak 2014, namun ancamannya masih ada.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG — Indonesia memang telah menyatakan bebas polio sejak 2014, namun ancamannya masih ada.
Pada tahun 2024, Indonesia mencatat 7 kasus polio tipe cVDPV2 (vaksin-derived poliovirus tipe 2).
Kasus-kasus ini tersebar di beberapa wilayah, termasuk Papua Pegunungan dan Halmahera Selatan, Maluku Utara, dengan kasus terakhir tercatat pada 15 Mei 2024.
Baca juga: Polio Belum Terkendali, Kasus Baru di Pakistan Jadi Alarm Global
Fakta ini menunjukkan bahwa risiko polio masih ada, terutama jika cakupan imunisasi tidak dijaga.
Oleh karena itu, program vaksinasi dan pengawasan ketat tetap menjadi prioritas nasional.
Tentang Polio dan Ancamannya
Polio, atau poliomyelitis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio dan dapat menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kelumpuhan permanen, bahkan kematian dalam kasus yang parah.
Virus polio menyebar melalui kontak langsung dengan tinja penderita atau makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Bisa juga menular lewat percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
Anak-anak di bawah usia 5 tahun adalah kelompok paling rentan, terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio.
Awalnya bisa mirip flu: demam, nyeri otot, lemas.
Dalam kasus berat, virus menyerang saraf dan menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan.
Bisa memengaruhi saraf pernapasan, sehingga penderita kesulitan bernapas.
Ribuan Orang Bakal Kampanye Hentikan Ancaman Polio
Fakta ini rupanya menggugah sebuah klub atau organisasi layanan kemanusiaan Rotary Indonesia.
Ribuan dari 106 klub di seluruh Indonesia, Minggu pagi, 26 Oktober 2025 akan menggelar aksi nasional “Together We End Polio!”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kampanye-end-polio.jpg)