Kasus Flu Anak Meningkat di Musim Pancaroba, Kapan Harus ke Dokter?
Kasus influenza A, B, dan common cold pada anak dilaporkan terus meningkat pada musim pancaroba. Kapan harus waspada dan bawa ke dokter?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Kasus influenza A, B, dan common cold pada anak dilaporkan terus meningkat pada musim pancaroba.
- Fluktuasi suhu yang drastis mempengaruhi tubuh anak secara signifikan.
- Kapan harus dibawa ke dokter?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus influenza A, B, dan common cold pada anak dilaporkan terus meningkat pada musim pancaroba.
Kondisi cuaca ekstrem, panas terik di siang hari lalu mendadak hujan di sore hari menjadi salah satu pemicu naiknya kasus infeksi saluran napas atas di Indonesia.
Baca juga: Batuk Pilek, Badan Terasa Sangat Pegal dan Sakit, Itu Gejala Flu atau Common Cold?
Momen perubahan musim pada akhir tahun ini bahkan disebut sebagai periode paling rawan infeksi, terutama pada balita yang sistem imunnya belum sempurna.
Dokter spesialis anak sekaligus CEO Tentang Anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MP, mengatakan fluktuasi suhu yang drastis mempengaruhi tubuh anak secara signifikan.
“Ketika udara itu berubah-ubah ya. Antara hujan, kemudian panas banget lagi. Itu kan terjadi fluktuasi suhu. Selain itu juga kelembapan yang berubah. Ternyata ini membantu proses virus-virus ini bereplikasi,” jelas dr. Mesty dalam webinar health talk yang diselenggarakan Halodoc dan Tentang Anak, Selasa (4/11/2025).
Selain perubahan cuaca, paparan polusi terutama di kota besar disebut memperburuk kondisi pernapasan anak.
Ketika saluran napas mengalami inflamasi, virus menjadi lebih mudah menular dan berkembang.
Perbedaan Flu dan Pilek Biasa
Banyak orang tua masih bingung membedakan influenza dan common cold.
Keduanya memang memiliki gejala mirip seperti batuk, pilek, dan demam.
Namun influenza biasanya menimbulkan reaksi tubuh yang lebih berat dan terjadi mendadak.
Sementara common cold cenderung muncul bertahap, dimulai pilek ringan hingga batuk.
Yang perlu diingat, tidak semua flu memerlukan obat keras, terutama antibiotik yang justru tidak bekerja untuk infeksi virus.
Dampak pada Nafsu Makan Anak
Tak sedikit anak mengalami penurunan berat badan selama musim sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anak-flus.jpg)