Gangguan Mental Sering Tidak Terdeteksi, Pentingnya Mengenali Gejala Sedini Mungkin
Gangguan mental menjadi salah satu isu kesehatan global yang semakin mendesak.
Ringkasan Berita:
- Gangguan mental menjadi salah satu isu kesehatan global
- Menurut World Health Organization (WHO, 2022), 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan gangguan mental
- Pentingnya mengenali gejala gangguan mental sedini mungkin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gangguan mental menjadi salah satu isu kesehatan global yang semakin mendesak untuk ditangani.
Menurut World Health Organization (WHO, 2022), 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan gangguan mental.
Sementara angka depresi dan kecemasan meningkat hingga 25 persen pascapandemi.
Gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.
Kondisi ini bisa ringan hingga berat, dan sama seperti penyakit fisik, gangguan mental dapat diobati dengan pendekatan medis maupun psikologis.
Di Indonesia, Riskesdas Kemenkes RI mencatat prevalensi gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen dan lebih dari 60 persen kasus tidak terdeteksi akibat minimnya pemahaman gejala awal serta stigma masyarakat.
Menyadari pentingnya isu ini, RS Puri Cinere menyelenggarakan Mental Health Talk Show bertema “Deteksi Dini Gangguan Mental dan Perilaku– Kapan Perlu Bantuan Profesional?”, pada Sabtu, 6 Desember 2025, bertempat di Ruang Serbaguna Gedung B RS Puri Cinere.
Acara ini diikuti oleh masyarakat umum, keluarga pasien, komunitas pemerhati kesehatan mental, serta perwakilan media nasional dan lokal.
Dalam sambutannya, dr. Putri Nadia, MARS selaku Direktur RS Puri Cinere, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, termasuk pada isu kesehatan mental.
“Edukasi mental health adalah bagian penting dari misi kami sebagai rumah sakit komunitas dan rujukan. Dengan meningkatnya kasus gangguan mental di masyarakat, deteksi dini dan pemahaman gejala awal menjadi kunci untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah. Kami berkomitmen menjadi ruang aman bagi masyarakat yang ingin mendapatkan dukungan dan pendampingan profesional," katanya.
Acara ini menghadirkan Dr. Tri Iswardani Sadatun, M.Si., Psikolog, yang membahas tanda awal gangguan mental dan pentingnya dukungan keluarga, serta Arie Kriting, figur publik yang berbagi perspektif dan mengajak masyarakat lebih terbuka tanpa stigma.
Pihak rumah sakit juga menekankan pentingnya mengenali gejala sedini mungkin—seperti perubahan pola tidur, suasana hati, fungsi sosial, konsentrasi, atau menarik diri dari lingkungan—dan menganjurkan konsultasi profesional bila kondisi berlangsung lebih dari dua minggu.
Dr. Tri Iswardani menegaskan, deteksi dini adalah langkah pertama menuju pemulihan. Banyak kasus gangguan mental yang memburuk karena tidak dikenali sejak awal.
"Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih cepat mengambil tindakandan mendapatkan bantuan yang sesuai," ujarnya.
Pemeriksaan sejak dini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pan-Perlu-Bantuan-Profes-an.jpg)