Macam-macam Sifat yang Diturunkan oleh Orang Tua: Kepintaran dari Ibu, Tinggi Badan dari Ayah
Anak mewarisi sifat dari kedua orang tua, namun pengaruh gen bisa berbeda tergantung jenis sifat.
Ringkasan Berita:
- Anak mewarisi sifat dari kedua orang tua, namun pengaruh gen bisa berbeda tergantung jenis sifat.
- Penelitian menunjukkan kecerdasan lebih banyak diwariskan dari ibu, sementara tinggi badan dominan dari ayah.
- Selain itu, faktor genetik orang tua juga memengaruhi berat badan, gaya tidur, penglihatan, kesehatan mental, hingga suasana hati anak.
TRIBUNNEWS.COM – Setiap anak lahir membawa warisan genetik dari kedua orang tuanya.
Sifat-sifat tertentu, seperti kecerdasan dan tinggi badan, ternyata memiliki kecenderungan untuk diturunkan secara berbeda.
Misalnya, kepintaran disebut lebih banyak dipengaruhi oleh gen dari ibu, sementara tinggi badan cenderung diwariskan dari ayah.
Banyak orang beranggapan bahwa ayah dan ibu memiliki porsi yang sama, yakni 50-50, dalam menurunkan sifat kepada anak.
Namun, meskipun kita mewarisi 50 persen gen dari masing-masing orang tua, besar kecilnya pengaruh gen tersebut terhadap sifat tertentu bisa berbeda-beda.
Salah satu alasannya adalah karena beberapa gen lebih aktif dibandingkan gen lainnya.
Komplikasi lain muncul akibat epigenetika, yaitu fenomena ketika lingkungan memengaruhi cara gen diekspresikan dalam tubuh.
Mengutip familyeducation.com, medicinenet.com, dan rd.com, berikut ini sifat-sifat yang diwariskan dari ayah dan juga dari ibu.
1. Tinggi Badan: Ayah
Karakteristik fisik dan penampilan secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh gen ayah, meskipun gen ibu juga berperan.
Tinggi badan seseorang saat dewasa memang dipengaruhi oleh faktor genetik orang tua, tetapi tidak sesederhana hanya memiliki “gen tinggi” dalam keluarga.
Setidaknya terdapat sekitar 700 variasi genetik yang berperan dalam menentukan tinggi badan seseorang.
Baca juga: 10 Tanda Narsisis atau Kemungkinan Memiliki NPD: Salah Satunya Suka Menjadi Pusat Perhatian
Meskipun sifat ini berasal dari gen ibu dan ayah, sejumlah bukti menunjukkan bahwa gen ayah memainkan peran yang lebih dominan dalam hal tinggi badan.
Para peneliti menyoroti faktor pertumbuhan seperti insulin-like growth factor (protein IGF) ketika membahas tinggi badan.
Faktor ini merupakan sifat genetik yang bertanggung jawab dalam mendorong pertumbuhan.
Gen wanita memiliki reseptor kontradiktif yang disebut IGF2R.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-KELAHIRAN-BAYI-ilustrasi-bayi-2.jpg)