Kamis, 11 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kemenkes Bertahap Terjunkan 600 Dokter dan Nakes ke Wilayah Bencana Terparah di Aceh

Kemenkes menerjunkan relawan dokter dan tenaga kesehatan secara bertahap ke wilayah bencana di Sumatera dimana yang terparah adalah provinsi Aceh.

Tayang:
Istimewa
RELAWAN BENCANA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menerjunkan relawan dokter dan tenaga kesehatan secara bertahap ke wilayah bencana di Sumatera. Kemenkes melepas 126 relawan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan dampak bencana terparah di sejumlah wilayah di Aceh. Pelepasan relawan dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dr. Yuli Farianti di Terminal 3 Gate 5 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (20/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Kemenkes RI menerjunkan relawan dokter dan tenaga kesehatan secara bertahap ke wilayah bencana di Sumatera.
  • Daerah terparah seperti provinsi Aceh dan Medan jadi prioritas.
  • Tahap pertama sudah ada 70 relawan diterjunkan ked 2 daerah tersebut.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menerjunkan relawan dokter dan tenaga kesehatan secara bertahap ke wilayah bencana di Sumatera dimana yang terparah adalah provinsi Aceh.

Pada tahap pertama sudah ada 70 relawan telah bertugas di Aceh dan Medan.

Baca juga: Bencana Daerah: Kawasan Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Rumah di Bogor Tergenang

Pada tahap kedua ini, sebanyak 126 relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi, antara lain Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, dan Gayo Lues, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Hingga pada tahap berikutnya, Kemenkes akan memberangkatkan 207 relawan dan 87 relawan, sehingga total relawan yang dikerahkan hingga 22 Desember 2025 mencapai sekitar 600 orang.

Pelepasan relawan tahap dua dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dr. Yuli Farianti di Terminal 3 Gate 5 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (20/12/2025).

Baca juga: Mendagri Tito: 106 Ribu Pakaian Baru Siap Disalurkan bagi Korban Bencana Sumatra

Provinsi Aceh menjadi fokus utama penugasan karena menjadi wilayah dengan dampak paling besar, sebelum dilanjutkan ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Tim relawan terdiri dari berbagai disiplin, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikolog klinis dan psikiater untuk memulihkan trauma.

Relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, dan posko pengungsian yang sesuai kebutuhan di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengabdiannya pada kemanusiaan. Saat ini fokus kita di Aceh karena dampaknya paling besar, dan ke depan akan dilanjutkan ke Sumatera Barat, khususnya Agam, serta Sumatera Utara,” ujar dr. Yuli Farianti.

Ia mengatakan, Kemenkes telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak, sejak hari ketiga pascabencana.

Namun pada tahap awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit.

Melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan kini dilakukan lebih merata agar seluruh wilayah terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Para relawan berasal dari gabungan berbagai rumah sakit, baik rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, maupun swasta, di antaranya RSUP Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Persahabatan, RSJ Marzoeki Mahdi, RS Cicendo, serta rumah sakit swasta seperti Siloam dan Hermina.

“Kami membawa tim yang lengkap, termasuk psikolog klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,” tutur dr. Yuli.

Salah satu relawan, dokter spesialis mata dr. Chani Sinaro Putra dari RS Cicendo Bandung, menyampaikan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi lapangan.

Persiapan tidak hanya fisik, tetapi juga mental.

Sementara itu, dokter spesialis saraf dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dr. Desin Pambudi menekankan pentingnya layanan neurologi di situasi bencana.

Saat bencana, akses kesehatan sering terputus sehingga pasien dengan pengobatan rutin berisiko putus obat.

Pasien stroke, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung sangat rentan jika pengobatan terhenti.

“Kami sudah mempelajari lokasi dan masyarakat terdampak, termasuk kemungkinan penyakit atau kondisi medis yang akan ditemui. Insya Allah kami siap untuk menolong, baik warga terdampak maupun tenaga medis yang sudah bertugas di sana,” ujar dr. Chani.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved