Sabtu, 25 April 2026

Cuaca Mendung di Akhir Tahun, Galau Mau Liburan di Rumah atau Jalan-Jalan? Ini Tips Aman dari Ahli

Cuaca mendung yang kerap disertai hujan lebat di penghujung tahun membuat banyak keluarga galau mau di rumah saja atau bepergian?

Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
LIBURAN AMAN - Monas kerap jadi destinasi liburan akhir tahun. Cuaca mendung yang kerap disertai hujan lebat di penghujung tahun membuat banyak keluarga galau mau di rumah saja atau bepergian? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Cuaca mendung disertai hujan lebat mengiringi liburan di penghujung tahun.
  • Musim tak menentu membuat galau menghabiskan waktu libur di rumah saja atau tetap jalan-jalan.
  • Ini tips aman dari ahli.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cuaca mendung yang kerap disertai hujan lebat di penghujung tahun membuat banyak keluarga galau.

Merayakan Natal dan Tahun Baru di rumah atau tetap bepergian untuk liburan? 

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru saat Musim Hujan, Waspadai Risiko Kesehatan Ini Agar Liburan Tetap Aman

Pertanyaan ini muncul hampir setiap akhir tahun, terutama di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem.

Dokter sekaligus epidemiolog Dicky Budiman menegaskan bahwa persoalan ini sebetulnya bukan tentang lokasi perayaan, melainkan bagaimana setiap keluarga mengelola risiko secara rasional dan sadar kondisi.

“Dalam pandangan saya ini bukan soal lebih baik di mana, tapi bagaimana mengelola risiko secara rasional,” kata Dicky pada keterangannya, Jumat (26/12/2025). 


Merayakan di Rumah: Lebih Aman untuk Kelompok Rentan

Menurut Dicky, merayakan liburan akhir tahun di rumah memiliki nilai keamanan yang lebih tinggi, terutama bagi keluarga dengan anggota yang masuk kelompok rentan. 

Lansia, bayi, ibu hamil, serta anggota keluarga dengan penyakit kronis atau komorbid membutuhkan perlindungan ekstra di tengah cuaca yang tidak menentu.

“Jadi kalau merayakannya di rumah ya lebih aman, tepatnya bagi keluarga dengan lansia, bayi, atau ada anggota keluarga yang berpenyakit kronis misalnya, atau komorbid, ini akan mengurangi juga paparan penyakit menular dan risiko kecelakaan saat perjalanan,” jelasnya.

Pilihan ini juga relevan ketika terdapat peringatan cuaca ekstrem atau potensi bencana. 

Mengurangi mobilitas berarti mengurangi risiko kecelakaan di perjalanan, paparan penyakit menular, serta kelelahan fisik yang sering muncul saat libur panjang.

Bepergian Tetap Bisa, Asal Tidak Mengabaikan Risiko

Meski demikian, Dicky menekankan bahwa bepergian atau berwisata bukanlah pilihan yang sepenuhnya harus dihindari.

Liburan tetap bisa dilakukan selama disertai kesiapan dan kewaspadaan yang matang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved