Jumat, 24 April 2026

BPOM Rilis 8 Obat yang Rawan Dipalsukan, Begini Dampaknya bagi Kesehatan

BPOM merilis 8 obat yang banyak dipalsukan, yakni Viagra, Cialis, Ventolin Inhaler, Dermovate, Ponstan, Tramadol Hydrochloride, hingga Hexymer.

Penulis: Lanny Latifah
HO/IST/IST
PEREDARAN OBAT PALSU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) merilis daftar obat yang sering dipalsukan. BPOM menyebut, 8 obat yang banyak dipalsukan, yakni Viagra, Cialis, Ventolin Inhaler, Dermovate, Ponstan, Tramadol Hydrochloride, Hexymer, dan Trihexyphenidyl Hydrochloride. 

Ringkasan Berita:
  • BPOM merilis 8 obat yang banyak dipalsukan, yakni Viagra, Cialis, Ventolin Inhaler, Dermovate, Ponstan, Tramadol Hydrochloride, Hexymer, dan Trihexyphenidyl Hydrochloride.
  • Obat palsu berbahaya bagi kesehatan, dapat menyebabkan keracunan, kegagalan pengobatan, resistansi obat, hingga kematian.
  • BPOM menindak tegas pelaku dengan pengawasan ketat, patroli siber, ribuan takedown konten, serta sanksi pidana dan denda berat.

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis 8 produk obat yang banyak dipalsukan dan masih marak ditemukan di Indonesia. 

Kedelapan merek produk rawan dipalsukan tersebut adalah Viagra, Cialis, Ventolin Inhaler, Dermovate, Ponstan, Tramadol Hydrochloride, Hexymer, dan Trihexyphenidyl Hydrochloride.

Temuan ini berawal dari hasil pengawasan BPOM di lapangan dan laporan masyarakat.

"Kami akan meng-update data obat palsu sesuai hasil temuan kami di lapangan. Ke depan, masyarakat dapat memantaunya secara berkala melalui kanal khusus di website BPOM," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar, dikutip dari keterangan resminya di website BPOM, Rabu (31/12/2025).

"Saya peringatkan kepada siapapun pelaku usaha baik produsen, distributor, tenaga kesehatan, maupun masyarakat agar tidak menjual dan/atau mengedarkan produk palsu dengan ciri-ciri yang telah kami rilis dalam siaran pers ini," tegasnya.

Link Informasi Detil 8 Produk Obat yang Banyak Dipalsukan >>> Klik

Lebih lanjut, Taruna Ikrar juga menjelaskan bahwa peredaran obat palsu masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Obat palsu kemungkinan mengandung komposisi bahan yang tidak tepat, terlalu banyak/sedikit, atau sama sekali tidak mengandung bahan obat (zat aktif).

Bahkan, obat palsu dapat mengandung zat aktif lain yang membahayakan kesehatan.

Lantas, apa saja dampaknya bagi kesehatan?

Dampak Konsumsi Obat Palsu

Dampak negatif obat palsu terhadap kesehatan di antaranya keracunan, kegagalan pengobatan, resistansi obat, bahkan dapat menyebabkan kematian. 

Baca juga: BPOM Ungkap 5 Obat Ilegal Terlaris di Marketplace, Ribuan Link Sudah Kena Takedown

Pada jenis obat tertentu, Taruna Ikrar mengatakan, penggunaan obat dengan dosis yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mendorong perilaku penggunaan obat yang tidak aman.

Peredaran obat palsu dapat meningkatkan biaya medis seperti perawatan kesehatan karena perlunya pengobatan kembali serta biaya tidak langsung akibat dari hilangnya produktivitas kerja.

Menurut BPOM, permasalahan ini akan memicu persoalan ekonomi dan sosial serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyedia layanan kesehatan.

Sanksi Tegas bagi Pelaku Produksi atau Pengedar Obat Palsu

Untuk mencegah maraknya obat palsu, BPOM telah melakukan serangkaian intensifikasi pengawasan, penertiban, penelusuran, intelijen, dan penyidikan untuk mengungkap sumber dan pelaku yang memproduksi dan/atau mengedarkan obat palsu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved