Rabu, 13 Mei 2026

Virus Super Flu Subclade K Terdeteksi di Indonesia, Tersebar di Jatim, Jabar dan Kalsel

- Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyatakan, virus super flu subclade K sudah ditemukan di Indonesia.

Tayang:
Google
Ilustrasi-Flu.(Google) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyatakan, virus super flu subclade K sudah ditemukan di Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Kemenkes RI menyatakan, virus super flu subclade K sudah ditemukan di Indonesia.
  • Tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K hingga akhir Desember 2025.
  • Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

 

 


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyatakan, virus super flu subclade K sudah ditemukan di Indonesia.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan, influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam situasi terkendali.

Baca juga: Pakar Ingatkan Masyarakat Waspada Lonjakan Kasus Super Flu Setelah Libur Akhir Tahun

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K.


"Kasus-kasus itu tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat," jelasnya di Jakarta ditulis pada Kamis (1/1/2026).

Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS.

Baca juga: Ramai Istilah Super Flu, Dokter Anak Tegaskan Ini Fakta Influenza A yang Perlu Diwaspadai

Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Lebih jauh, dr Prima menjelaskan, di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. 

Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir. 

"Situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya," ujar dia.

Secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. 

Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. 

Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. 

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved