Selasa, 21 April 2026

Virus Influenza

Tanda Super Flu Tak Lagi Ringan dan Masuk Fase Berisiko, Waspada Jika 4 Hari Tak Kunjung Sembuh

Banyak orang menganggap flu sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, tidaklah demikian, waspada jika 4 hari tak sembuh.

AI ChatGPT
ILUSTRASI FLU - Gambar ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan, Minggu (14/9/2025). Banyak orang menganggap flu sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, tidaklah demikian, waspada jika 4 hari tak sembuh. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Banyak yang menganggap flu sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya.
  • Ini tak berlaku pada flu zaman now yang disebut sebagai super flu.
  • Flu yang tak menunjukkan perbaikan setelah empat hari perlu diwaspadai, terutama jika disertai demam tinggi dan sesak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang menganggap flu sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. 

Persepsi inilah yang justru menjadi masalah ketika masyarakat berhadapan dengan influenza yang kini populer disebut sebagai super flu.

Baca juga: Super Flu Bukan Flu Babi atau Flu Burung, Ahli Paru Jelaskan Perbedaan Virusnya

Dokter sekaligus Ahli Paru dari RS Persahabatan, Prof. Erlina Burhan, menegaskan bahwa super flu sering kali tidak terasa berbeda di awal.

Sehingga membuat penderitanya lengah dan menunda pemeriksaan medis.

Padahal, pada sebagian orang, keterlambatan ini bisa membawa flu masuk ke fase yang lebih serius dan berbahaya.


Awalnya Sama, Bedanya Terjadi Saat Tubuh Gagal Pulih

SUPER FLU - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A. (K) menyatakan anak-anak lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh anak belum sempurna.
SUPER FLU - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A. (K) menyatakan anak-anak lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh anak belum sempurna. (Tribunnews.com/Dok Tribunnews)

Prof. Erlina menjelaskan bahwa secara medis, super flu maupun flu biasa tetap masuk dalam kelompok influenza like illness (ILI). Gejala awalnya pun hampir identik.

“Nah gejalanya kan ini sama dengan kita menyebutnya Influencer like illness ya,” ujar Prof. Erlina pada talkshow yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Rabu (14/1/2026). 

Setelah masa inkubasi sekitar satu hingga empat hari, penderita bisa mengalami demam, batuk, nyeri tenggorok, pilek, nyeri otot, sakit kepala, hingga rasa lemas. 

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang sangat baik, gejala bahkan bisa tidak terasa sama sekali.

Kondisi inilah yang membuat banyak orang merasa aman dan memilih tetap beraktivitas seperti biasa.


Ketika Flu Tak Kunjung Membaik, Itu Bukan Lagi Flu Biasa

Masalah muncul ketika tubuh tidak mampu melakukan pemulihan optimal. 

Kurang istirahat, stres berkepanjangan, serta daya tahan tubuh yang menurun membuat virus terus berkembang.

Gejala yang awalnya ringan perlahan berubah: batuk makin berat, tubuh semakin lemah, dan mulai muncul sesak napas.

Baca juga: Pasien Super Flu Meninggal di Bandung, Kondisinya Komorbid, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved