Ancaman Wabah Campak Mengintai Pengungsian, Kemenkes Gelar Imunisasi Khusus
Risiko wabah penyakit menular membayangi ratusan ribu warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pasca bencana.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Risiko wabah penyakit menular membayangi ratusan ribu warga di lokasi pengungsian pasca bencana.
- Campak menjadi ancaman paling serius di tengah kepadatan pengungsian dan keterbatasan sanitasi.
- Pemerintah segera menjalankan program imunisasi khusus di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Risiko wabah penyakit menular membayangi ratusan ribu warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pasca bencana.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, campak menjadi ancaman paling serius di tengah kepadatan pengungsian dan keterbatasan sanitasi.
Baca juga: Menkes Waspadai Ancaman Campak Usai Banjir Sumatera, Vaksinasi Digencarkan di Lokasi Pengungsian
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kondisi kesehatan pengungsi dipantau setiap hari melalui sistem pelaporan terintegrasi.
Data tersebut digunakan sebagai dasar penyesuaian distribusi obat-obatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan di lapangan.
“Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Menkes Budi dilansir dari website resmi Kementerian Kesehatan, Kamis (8/1/2026).
Hasil pemantauan Kemenkes menunjukkan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare.
Campak Jadi Perhatian Khusus
Namun, di luar penyakit umum tersebut, Kemenkes memberi perhatian khusus pada penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut campak,” ucap Budi.
Baca juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Imunisasi Campak pada Balita Terendah di Tahun 2025
Menurutnya, campak memiliki kemampuan menyebar sangat cepat, terutama di lingkungan pengungsian yang padat dan minim ruang isolasi.
Risiko penularan menjadi semakin tinggi pada anak-anak, kelompok yang paling rentan terdampak.
Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak bencana.
Deteksi dini dilakukan untuk mencegah meluasnya penularan, mengingat campak dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antisipasi-campak-dinkes-malang-melakukan-imunisasi-balita_20230202_134242.jpg)