Kebiasaan Sepele Bisa Picu Cacingan pada Anak, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan
Kebiasaan sederhana seperti tidak mencuci tangan atau bermain tanpa alas kaki bisa memicu cacingan pada anak, simak gejala dan cara pencegahannya.
Ringkasan Berita:
- Kebiasaan sederhana seperti tidak mencuci tangan atau bermain tanpa alas kaki bisa memicu cacingan pada anak.
- Gejala cacingan bisa ringan atau tak terlihat, tapi dapat menyebabkan kekurangan gizi, anemia, diare, dan risiko stunting.
- Pencegahan mudah dilakukan dengan PHBS, penggunaan alas kaki, makanan bersih, dan program minum obat cacing gratis setiap enam bulan.
TRIBUNNEWS.COM - Banyak orang tua mungkin menganggap sepele kebiasaan anak sehari-hari, seperti bermain di tanah tanpa alas kaki atau tidak mencuci tangan sebelum makan.
Namun, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi pintu masuk parasit cacing ke dalam tubuh anak, yang dikenal sebagai cacingan.
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University, dr Yenny Rachmawati, MBiomed, menjelaskan bahwa cacingan adalah infeksi parasit cacing yang paling sering menyerang saluran pencernaan atau usus manusia.
Infeksi ini terutama menyerang anak-anak karena mereka belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan diri.
"Cacingan adalah infeksi parasit cacing yang paling sering menyerang saluran pencernaan atau usus manusia," ujar Yenny, dikutip dari laman resmi IPB, Senin (19/1/2026).
Anak-anak Rentan Terinfeksi Cacing
Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terinfeksi cacing karena belum memiliki kesadaran yang baik terhadap kebersihan diri.
Orang dewasa juga tetap berisiko, meski tingkat infeksinya lebih rendah karena kesadaran higienitas dan daya tahan tubuh yang lebih baik.
Indonesia termasuk negara endemis kecacingan, di mana sekitar 20–30 persen anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan, bahkan di beberapa wilayah terpencil prevalensinya bisa mencapai 60–90 persen.
Jenis Cacing dan Gejala Infeksi
Jenis cacing yang paling sering menginfeksi manusia antara lain:
Baca juga: Soroti Kasus Balita Cacingan, HNW Dukung KPAI Kuatkan Regulasi Pengasuhan Anak
- Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
- Cacing tambang
- Cacing cambuk
- Cacing kremi
Adapun sebagian besar ditularkan melalui tanah atau lingkungan yang terkontaminasi telur cacing.
Terkait gejala, Yenny menjelaskan bahwa infeksi cacing kerap tidak menunjukkan tanda pada tahap awal.
"Jika jumlah cacing masih sedikit, sering kali tidak ada gejala sama sekali," jelasnya.
Namun, ketika jumlah parasit meningkat, anak dapat mengalami gejala berupa:
- Kekurangan gizi
- Anemia
- Nyeri perut
- Diare
- Gatal di sekitar anus
- Gangguan tidur
Dalam kondisi berat, infeksi cacing bahkan dapat menyebabkan penyumbatan usus yang memerlukan tindakan operasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Cacingan-anak-di-Bengkulu.jpg)