Virus Nipah
Hadapi Virus Nipah, Apa yang Bisa Dicontoh Indonesia dari Thailand?
Pakar dan pengamat kesehatan mengatakan Indonesia bisa mengambil contoh dari negara tetangga Thailand saat menghadapi ancaman virus nipah.
Ringkasan Berita:
- 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India.
- Indonesia bisa mengambil contoh dari negara tetangga Thailand saat menghadapi ancaman virus nipah.
- Menurut ahli dan pengamat kesehatan, pencegahan yang dilakukan pemerintah Thailand menunjukkan upaya pemerintah dalam melindungi warga negaranya.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pakar kesehatan sekaligus Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Indonesia bisa mengambil contoh dari negara tetangga Thailand saat menghadapi ancaman virus nipah.
Baca juga: Ahli Ingatkan Ancaman Senyap Virus Nipah, Indonesia Bukan Tanpa Risiko
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan gangguan serius pada manusia dan memiliki angka kematian yang tinggi.
Berdasarkan pemantauan situasi di global dan WHO, per 23/1 telah dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India.
Tjandra mengatakan, pencegahan yang dilakukan pemerintah Thailand menunjukkan upaya pemerintah dalam melindungi warga negaranya.
"Ada baiknya jika Indonesia juga pertimbangkan langkah yang sama," kata dia kepada wartawan ditulis di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia menyebut, pemimpin Thailand merespons cepat keadaan terkait virus nipah ini.
Baca juga: Bergejala Awal Mirip Flu, Penyakit Virus Nipah Punya Tingkat Kematian 75 Persen
Merujuk pada pengumuman resmi, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada 25 Januari 2026 mengeluarkan pernyataan khusus.
Meski belum ada kasus penyakit virus Nipah di Thailand, negara gajah putih ini meningkatkan monitor kesehatan masyarakat dan skrining.
Kemudian, pemerintah Thailand juga memperlakukan skrining ketat di bandara.
Serta menyiapkan rumah sakit hingga tenaga medis.
Langkah utama Thailand lainnya adalah pelaksanaan skrining kesehatan terhadap penumpang internasional. Hingga 27 Januari 2026, lebih dari 1.700 penumpang penerbangan dari Kolkata, India, telah menjalani skrining di tiga bandara utama Thailand, yaitu Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Hasilnya, sejauh ini belum ditemukan kasus positif virus Nipah.
Pelaksanaan skrining ini melibatkan kerja sama erat antara Kementerian Kesehatan Masyarakat, Kementerian Perhubungan, serta otoritas bandara setempat, mencerminkan koordinasi lintas sektor yang solid.
Di sisi pelayanan kesehatan, Departemen Pelayanan Medik Thailand telah menginstruksikan tiga rumah sakit rujukan—Rajavithi, Lerdsin, dan Nopparat Rajathanee—untuk menyiapkan ruang isolasi serta tim dokter spesialis guna menangani kasus suspek maupun terkonfirmasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penyakit-virus-nipah.jpg)