Rabu, 20 Mei 2026

Mengantuk setelah Makan Siang, Dokter Ungkap Pola Makan yang Sering Salah

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bukan hanya berdampak jangka pendek seperti lemas dan sulit fokus, tapi juga memicu masalah kesehatan jangka panjang.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata

Ia menambahkan, makanan dan minuman manis memang memberi rasa senang sesaat karena memicu hormon bahagia. 

Namun efeknya sering membuat seseorang ingin terus makan, meski kebutuhan tubuh sebenarnya sudah tercukupi.

Ditambah lagi, kebiasaan makan cepat tanpa mengunyah dengan baik membuat otak terlambat menerima sinyal kenyang.

Dari Lapar Berlebihan Sampai Makan Malam Tak Terkontrol

Pola makan yang tidak dimulai dengan baik di pagi hari sering berujung pada pola makan berlebihan hingga malam. 

Setelah makan siang besar, sebagian orang kembali makan berat di malam hari, disertai camilan, gorengan, kopi, atau minuman manis.

Menurut dr. Nita, kondisi ini berbahaya jika berlangsung terus-menerus.

Perut yang kosong lama lalu tiba-tiba diisi penuh akan mengganggu sistem pencernaan. Lonjakan gula darah yang berulang juga memberi tekanan pada metabolisme tubuh.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bukan hanya berdampak jangka pendek seperti lemas dan sulit fokus, tetapi juga memicu masalah kesehatan jangka panjang.

Gizi Seimbang Bukan Sekadar Kenyang

Dr. Nita menekankan bahwa pola makan ideal bukan soal kenyang, melainkan gizi seimbang, bervariasi, dan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing individu.

Ia mengingatkan bahwa sayur dan buah sering menjadi komponen yang paling diabaikan, padahal perannya sangat penting.

Buah yang dikonsumsi dalam bentuk jus pun tidak selalu ideal karena seratnya berkurang. Padahal, serat berperan penting dalam mengontrol gula darah, kolesterol, kesehatan jantung, serta menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.

Selain itu, konsumsi air putih yang cukup juga kerap terlupakan dalam rutinitas harian.

Makan Tanpa Sadar, Tanda Pola Makan Sudah Bermasalah

Salah satu tanda pola makan yang tidak sehat, menurut dr. Nita, adalah ketidaksadaran terhadap apa yang dikonsumsi sehari-hari.

Ketika seseorang kesulitan mengingat apa saja yang dimakan dari pagi hingga malam, itu menandakan makan dilakukan sekadar untuk menghilangkan lapar, bukan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Padahal, kebutuhan tiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Pola makan yang terus dijalani tanpa kesadaran dan keseimbangan berisiko menumpuk dampak buruk bagi kesehatan di masa depan.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved