Gangguan Lambung Tak Boleh Dianggap Sepele, Waspadai Tanda Penyakit Serius
Keluhan lambung seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, atau rasa cepat kenyang kerap dianggap sebagai masalah ringan.
Menurutnya, deteksi dini berperan besar dalam meningkatkan keberhasilan terapi. Pada kanker lambung, pemeriksaan UBT membantu mendeteksi H. pylori sebagai salah satu faktor risiko utama.
Sementara pada kanker kolorektal, skrining dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah samar pada feses, penanda tumor, serta kolonoskopi.
Sementara itu, Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Dewi Wiguna, menyampaikan bahwa dukungan layanan diagnostik dan kolaborasi tim medis multidisiplin menjadi elemen penting dalam penanganan penyakit saluran pencernaan.
Pendekatan terintegrasi, mulai dari deteksi dini hingga penanganan lanjutan, dibutuhkan agar pasien memperoleh diagnosis dan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing, dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien.
“Pemeriksaan seperti Urea Breath Test, endoskopi, dan penanda tumor saluran cerna dapat membantu proses evaluasi penyakit lambung dan kolorektal secara lebih komprehensif. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya deteksi dini dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal,” ujarnya.
Persiapan Pemeriksaan UBT
Sebelum menjalani pemeriksaan UBT, pasien dianjurkan berpuasa dengan tidak mengonsumsi makanan selama minimal empat jam, namun tetap diperbolehkan minum air putih.
Baca juga: Studi WHO Ungkap 37 Persen Kasus Kanker Bisa Dicegah, Tembakau Jadi Penyebab Terbesar
Penggunaan obat Proton Pump Inhibitor (PPI) seperti omeprazole, lansoprazole, atau pantoprazole sebaiknya dihentikan minimal 14 hari sebelum prosedur. Antibiotik anti-H. pylori dan terapi bismuth juga dianjurkan dihentikan minimal 30 hari sebelumnya.
Pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter terkait penghentian obat-obatan tersebut.
Prosedur UBT diawali dengan pengambilan sampel napas baseline. Selanjutnya, pasien akan mengonsumsi tablet urea dengan segelas air, berbaring ke sisi kiri selama lima menit, lalu duduk tegak selama 15 menit.
Setelah itu, sampel napas kedua diambil dan keduanya diperiksa di laboratorium.
Endoskopi merupakan prosedur medis untuk mengevaluasi kondisi saluran pencernaan.
Agar pemeriksaan berjalan optimal, pasien perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai kondisi medis, riwayat alergi, serta obat-obatan yang dikonsumsi.
Pasien juga dianjurkan berpuasa sekitar delapan jam sebelum prosedur, mengenakan pakaian yang nyaman, serta menyiapkan pendamping untuk perjalanan pulang dan waktu pemulihan setelah tindakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Lambung-8.jpg)