Kamis, 7 Mei 2026

Bayi Aktif Bergerak Sejak Dini Bantu Perkembangan Otak, Ini Kata Dokter Anak

Gerak aktif sejak dini penting bagi tumbuh kembang anak. Dokter dan orang tua sepakat, kenyamanan harian bikin anak lebih aktif dan bahagia

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
TUMBUH KEMBANG ANAK - Banyak orang tua fokus pada asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak, tetapi sering melupakan satu hal sederhana, yaitu kebebasan bergerak. Padahal, fase awal kehidupan menjadi periode krusial ketika setiap gerakan kecil bayi membantu membentuk kekuatan otot, koordinasi tubuh, hingga perkembangan otak 
Ringkasan Berita:
  • Kebebasan bergerak jadi fondasi penting tumbuh kembang anak sejak dini, sejalan dengan rekomendasi WHO  yang menekankan aktivitas fisik sejak tahun pertama kehidupan 
  • Dokter spesialis neurologi anak, Herbowo Soetomenggolo sebut gerak aktif dan kenyamanan tubuh berperan dalam perkembangan otot, koordinasi dan otak anak
  • Content creator Sabrina Anggraini menunjukkan bahwa kenyamanan harian, termasuk perawatan popok sesuai anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia, membuat anak lebih aktif dan bahagia.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua fokus pada asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak, tetapi sering melupakan satu hal sederhana, yaitu kebebasan bergerak.

Padahal, fase awal kehidupan menjadi periode krusial ketika setiap gerakan kecil bayi membantu membentuk kekuatan otot, koordinasi tubuh, hingga perkembangan otak.

Anak yang nyaman cenderung lebih aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan pentingnya membangun kebiasaan gerak aktif sejak tahun pertama kehidupan.

Bayi dianjurkan aktif beberapa kali sehari, termasuk minimal 30 menit tummy time saat terjaga.

Baca juga: Pandangan Nikita Willy soal Peran Ayah, Hadir Fisik Saja Tak Cukup untuk Tumbuh Kembang Anak

Memasuki usia 1–2 tahun, anak membutuhkan sedikitnya 180 menit aktivitas fisik setiap hari.

Sementara pada usia 3–4 tahun, durasi tersebut tetap diperlukan dengan minimal 60 menit aktivitas intensitas sedang hingga tinggi.

Gerak Aktif Jadi Fondasi Perkembangan Anak

Dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA(K), menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas perkembangan anak.

“Pada 1.000 hari pertama kehidupan, setiap gerakan sederhana seperti tengkurap, berguling, atau meraih mainan menjadi bagian dari proses belajar Si Kecil mengenal tubuh dan lingkungannya,” kata dr. Herbowo dalam konferensi pers opening Genki Moko Moko Ichimatsu, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, aktivitas sederhana itu membantu memperkuat otot, melatih koordinasi, serta mendukung perkembangan otak.

Orang tua perlu aktif menciptakan kesempatan bagi anak untuk bergerak setiap hari.

Lingkungan yang mendukung membuat anak lebih percaya diri untuk mencoba berbagai gerakan baru.

Rasa nyaman dalam aktivitas sehari-hari ikut menentukan semangat anak untuk terus bereksplorasi.

Kenyamanan Harian Pengaruhi Mood dan Eksplorasi

Kenyamanan fisik terbukti memengaruhi suasana hati anak. Anak yang merasa tidak nyaman cenderung lebih mudah rewel dan enggan bergerak.

Content creator Sabrina Anggraini membagikan pengalamannya saat merawat putrinya. Ia menyadari bahwa hal kecil dalam rutinitas harian bisa berdampak besar pada perilaku anak.

“Sebagai ibu untuk pertama kalinya, tentu masih banyak hal yang saya pelajari. Ada masa ketika Launa terlihat mudah rewel, dan setelah dicari tahu, ternyata ia tidak nyaman dengan kondisi popoknya saat itu,” ujar Sabrina.

Ia kemudian mulai lebih rutin memperhatikan kenyamanan harian anak, termasuk mengganti popok secara teratur.

Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kulit tetap sehat sekaligus membuat anak lebih bebas bergerak.

Rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan orang tua mengganti popok setiap 2–3 jam atau segera setelah basah dan kotor.

Langkah ini membantu mencegah ruam, iritasi, dan menjaga kesehatan kulit bayi.

Baca juga: Ogah Ikut Tren, Zaskia Sungkar Sadar Kesehatan Kulit Berkait Erat Tumbuh Kembang Anak

Stimulasi Tepat Optimalkan Masa Emas

Dokter Herbowo menegaskan bahwa stimulasi gerak perlu berjalan seiring dengan kondisi tubuh yang nyaman.

Kombinasi keduanya membantu anak memaksimalkan masa emas tumbuh kembang.

“Aktivitas-aktivitas ini membantu menguatkan otot, melatih koordinasi, dan mendukung perkembangan otak,” jelas dr. Herbowo.

Orang tua dapat mengajak anak bermain di lantai, meraih mainan, atau melakukan tummy time secara rutin.

Aktivitas tersebut merangsang perkembangan sensorik dan motorik sekaligus mempererat ikatan emosional.

Membangun budaya gerak aktif sejak dini bukan hanya soal fisik.

Kebiasaan ini turut membentuk rasa percaya diri, kemandirian, dan kesiapan anak menghadapi tahap perkembangan berikutnya.

Dengan perhatian pada stimulasi harian dan kenyamanan dasar, orang tua dapat menciptakan fondasi kuat bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan bahagia.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved