Hari Buruh
Cemas Tinggalkan Anak saat Cari Rezeki, Buruh Minta Daycare di Kawasan Industri
Buruh perempuan berharap daycare hadir di kawasan industri agar bisa bekerja tenang tanpa cemas meninggalkan anak di rumah.
Ringkasan Berita:
- Hana, buruh asal Karawang, berharap daycare hadir agar bekerja tanpa cemas meninggalkan anak.
- Selama bekerja, anak Hana diasuh nenek yang sudah lanjut usia di rumah.
- KPBI mendesak pemerintah membangun daycare di kawasan industri dan permukiman buruh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026), Hana membawa satu harapan sederhana: bekerja tanpa dihantui rasa cemas meninggalkan anak.
Buruh pabrik garmen asal Karawang itu berharap pemerintah menyediakan tempat penitipan anak (daycare) di kawasan industri.
Bagi Hana, fasilitas tersebut bukan sekadar layanan tambahan, melainkan kebutuhan bagi para pekerja yang juga orang tua.
"Ya Alhamdulillah kalau ada daycare, anak kan jadi ada yang urus. Jadi tidak khawatir ninggalin anak kerja," kata Hana.
Selama tiga tahun bekerja di pabrik, Hana mengandalkan ibunya untuk menjaga sang buah hati. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Namun, solusi tersebut belum sepenuhnya membuat Hana tenang. Ia mengaku tak enak hati karena ibunya sudah lanjut usia.
"Kalau sekarang sama neneknya, tapi kasihan neneknya udah tua," ujarnya.
Dilema Buruh Perempuan
Kisah Hana menggambarkan persoalan yang dihadapi banyak buruh perempuan di kawasan industri.
Setelah menikah dan memiliki anak, pilihan mereka kerap tidak mudah: tetap bekerja sambil menitipkan anak kepada keluarga atau berhenti bekerja demi mengasuh buah hati.
Persoalan itu menjadi salah satu aspirasi yang disuarakan dalam peringatan May Day tahun ini.
Baca juga: May Day 2026: Buruh Tabur Bunga untuk Korban Kereta Bekasi di Depan DPR RI
Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, meminta pemerintah menghadirkan fasilitas penitipan anak di kawasan industri maupun permukiman buruh.
Menurut Ilhamsyah, kebutuhan tersebut semakin mendesak bagi pekerja muda yang tengah membangun keluarga.
"Saya menyampaikan ada tiga hal, Pak. Pertama, bagi pekerja muda yang baru menikah, setelah berkeluarga dan punya anak, mereka dihadapkan pada pilihan yang pahit," kata Ilhamsyah di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Antara Pekerjaan dan Pengasuhan
Ilhamsyah menilai banyak buruh terpaksa mengambil keputusan sulit setelah memiliki anak.
Sebagian menitipkan anak kepada kakek-nenek di kampung, sementara sebagian lainnya memilih berhenti bekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peringatan-Hari-Buruh-Internasional-Monumen-Nasional-1-Mei-2026.jpg)